Desa Tebias Kecamatan Belat, Karimun
Desa Tebias Kecamatan Belat, Karimun

Belat – Setelah dulu pernah lepas dari jeratan hukum atas dugaan manipulasi dana pengadaan kapal cepat (boat pancung) Desa Tebias, oknum kepala desa berinisial BD kembali diduga berulah melalui sejumlah kegiatan dalam penggunaan anggaran yang kurang wajar.

Warga desa Tebias yang tak mau disebutkan namanya mengungkapkan, ada empat kegiatan dan pengadaan yang dilakukan oknum Kades tersebut yang diduga bermasalah, memanfaatkan dana bersumber dari DD maupun ADD untuk memperkaya diri.

“Yang pertama BUMDes, yang ke-dua perternakan siput isap, yang ke-tiga kegiatan pembangunan semenisasi (rabat beton.red*) di jalan poros desa Tebias, dan yang ke-empat pembangunan obyek wisata Telaga empat,” ujar narasumber kepada Kundur News, baru-baru ini.

BUMDes Tebias

Pihak pemerintah desa Tebias, Kecamatan Belat, menggunakan dana sebesar Rp 150.000.000,- bersumber dari ADD tahun 2017. Dana tersebut diperuntukan untuk membuat toko kebutuhan harian masyarakat. Toko dibuat di rumah seorang warga, namun saat ini sudah tidak lagi kelihatan.

Pihak BUMDes diketahui juga memberikan pinjaman kepada masyarakat, dengan nilai Rp 30.000.000,- namun hingga saat ini uang tersebut belum juga dikembalikan.

Menurut Sekdes Tebias, Rasimun, mengatakan, uang tidak bisa dikembalikan dikarenakan masyarakat yang meminjam sulit untuk ditagih.

“Pinjaman sifatnya bergulir, namun sudah tidak lagi berjalan karena banyak masyarakat yang tak bayar karena sulit untuk ditagih,” kata Rasimun.

Perternakan Siput Isap (Cerithidea obtuse)

Perternakan siput isap desa Tebias menggunakan anggaran sebesar Rp 12.000.000,-, bersumber dari ADD Tahun 2019.

Fakta dilapangan, tak ada satu siput pun yang ada di perternakan tersebut.

Pembangunan Rabat Beton

Pemerintah desa menganggarkan pembangunan jalan poros desa Tebias, dari masjid Syukur ke pelabuhan, dengan tiga kali anggaran DD di tahun 2020. Rp 75.400.000,- untuk sepanjang 80 Meter, Rp 180.100.000,- sepanjang 268 Meter, dan Rp 140.183.000,- untuk sepanjang 132 Meter.

Pemdes Tebias kembali menganggarkan di tahun 2021 dengan ADD senilai Rp 49.000.000,- untuk sepanjang 60 Meter, namun belum terlaksana dikarenakan belum pencairan.

Menurut masyarakat Tebias lagi, pembangunan tersebut tidak sesuai dengan RAB.

“Disamping panjang jalan tidak cukup, tidak menggunakan besi, semen beton ditengah-tengah jalan terlalu tipis, sehingga berpotensi pecah ditengah jalan. jadi jalan tersebut tebalnya hanya di pinggir-pinggir jalan tidak merata, ditengah tipis,” ungkap warga.

Sekdes Rasimun, saat dikonfirmasi mengakui jalan tersebut tidak cukup panjang seperti yang tertera diatas. Hal itu dikarenakan lebar jalan diperbesar.

“Tak cukup, tapi jalan kita perlebar,” ungkap Rasimun.

Pembangunan Obyek Wisata Telaga 4

Pemdes Tebias mengaggarkan pembangunan obyek wisata Telaga Empat di Bukit Ibul dengan anggaran Rp 63.800.000,- di tahun 2019, dengan cara mendirikan sejumlah gazebo.

Pada tahun 2020, pihak desa kembali menganggarkan dana untuk obyek wisata tersebut sebesar Rp 20.000.000,-

Menurut sumber, anggaran puluhan juta tersebut hanya untuk pembelian racun rumput beserta upah.

Kepala desa Tebias, Budi, saat dihubungi melalui sambungan selurernya mengatakan, uang besaran Rp 20.000.000,- dilarikan ke biaya penanggulangan covid.

“Semua biaya kita larikan ke covid, bukan kita aja semua didesa desa lain,” ungkap Budi, Rabu (20/01/2021).

Ironisnya, dalam anggaran desa juga telah tersedia anggaran covid 19, yang dianggarkan sebesar Rp 25.000.000,-.

Dengan adanya sejumlah kejanggalan tersebut, masyarakat sangat meminta aparat penegak hukum untuk dapat segera mengaudit dana desa Tebias, sehingga tidak ada keraguan di masyarakat, serta jika ada kerugian-kerugian negara dapat dilakukan pengembalian.

“Ini baru empat temuan, sebenarnya masih banyak lagi kejanggalan-kejanggalan yang lainnya. Dalam kesempatan ini kami minta aparat penegak hukum, khususnya pihak Kejari Karimun untuk dapat melakukan audit terhadap uang negara tersebut, sehingga masyarakat tidak terus dibodoh-bodohkan oleh oknum-oknum tertentu,” pinta warga.*

Previous articleMengaku Fotografer, RS Telah Cabuli 10 Anak Dibawah Umur
Next articlePelabuhan Roro di Anambas Tak Ada Sinyal Seluler