Home Riau INHIL Kepala Desa Kuala Sebatu Belum Dapat Laporan dari Warga Terkait Pintu Klip Perusahaan 

Kepala Desa Kuala Sebatu Belum Dapat Laporan dari Warga Terkait Pintu Klip Perusahaan 

0
Kepala Desa Kuala Sebatu Belum Dapat Laporan dari Warga Terkait Pintu Klip Perusahaan 

Inhil – Akibat intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan salah satu Desa di Kecamatan Batang Tuaka, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Desa Kuala Sebatu terendam banjir.

 

Namun banjir yang terjadi di Desa Kuala Sebatu ini selain akibat air hujan, ada dugaan banjir juga disebabkan adanya kiriman air dari Perusahaan setempat.

 

Kepala Desa Kuala Sebatu, Budi mengatakan berdasarkan letak geografis, Desa Kuala Sebatu yang terletak di bagian Hilir ini dengan dataran yang lebih rendah kerap menjadi aliran air dari Hulu.

 

“Sama-sama kita tau, curah hujan kan tinggi, posisi kita kan di Hilir jadi ya fenomena kita di Hilir ini istilahnya kan hantaran air dari Hulu. Kita kan di Hilir lebih rendah otomatis kan selain air dari atas (Hujan red) kan memang seperti itu secara lokasi Kuala Sebatu ini memang rendah. Karena kita di Hilir ya menerima air dari Hulu,” ucapnya.

 

Sementara itu, ditanya terkait fungsi pintu klip perusahaan yang muara pembuangan air nya ke sungai Batang Tuaka, Budi menjawab belum ada pantauan langsung dari pihaknya. Dia mengaku pada tinjauan sebelumnya belum ada pintu klip.

 

“Sebenarnya ada atau tidaknya pintu klip itu sebenarnya kan saya belum ada pantauan laporan dari warga sekitar. Istilahnya kita belum tau secara akurat. Tahun kemaren itu kan ada kita berkunjung ya pernah dulu, waktu dulu itu sepertinya belum dan setelah itu kita belum ke situ lagi,” ujarnya.

 

Budi menjelaskan berbagai upaya telah dilakukan pihaknya untuk mengatasi fenomena yang terjadi di Desa Kuala Sebatu.

 

“Kita berusaha berupaya juga gotong-royong, pembersihan kanal-kanal dan kemudian ada pintasan yang di parit 1 Desa Sialang Panjang ke arah Pulau Palas itu kan salah satu solusi, cuma jumlahnya kan baru satu. Kalau seandainya itu lebih otomatis kan air terpecahnya kan lebih banyak. Itulah salah satu solusi, jadi upaya-upaya untuk menambah saluran seperti yang di Sialang,” jelasnya.

 

Untuk itu kata Budi hal ini telah diperbincangkan Dengan Koramil setempat untuk kembali memikirkan terkait peluang pemecahan aliran air.

 

“Ini kan kita berbatasan langsung dengan sialang ada rencanalah, kemaren sudah dibincangkan dengan Dandim dan Danramil Batang Tuaka, kita shearing bahwasanya ada peluanglah untuk memecah air itu. InsyaAllah dalam waktu dekat ini mungkin akan dibicarakan lebih lanjut dan mungkin akan melibatkan tetangga,” pungkasnya.