pembunuh-bayi-di-pekanbaru-melahirkan-anak-laki-laki

 

Terdakwa kasus pembunuhan bayi Jeanete, Yulia alias Dona (20) melahirkan seorang anak laki-laki di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad, Rabu (31/12) lalu. Kini, dia bersama bayinya masih dirawat di bawah pengawasan aparat Polresta Pekanbaru, Riau.

Suami terdakwa, Saparudin (22) mengaku bahagia meski istrinya berstatus tersangka pembunuhan bayi. Dia berjanji akan sepenuh hati membesarkan anak kandungnya itu lantaran akan ditinggal ibunya menjalani penahanan.

“Alhamdulillah, saya sangat bahagia. Saya akan membesarkannya sepenuh hati. Saya ingin dia sukses dan akan saya usahakan agar dia sekolah setinggi-tingginya walaupun orang mencibirnya anak seorang pembunuh,” katanya di Mapolresta Pekanbaru, Jumat (2/1).

Meski istrinya Yulia belum dijatuhi vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru, namun Saparudin menyerahkan semuanya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa dan pihak penegak hukum. Ia yakin, istrinya mampu menghadapi ujian itu.

“Saya bisa merasakan bagaimana perasaan orang tua korban (Bayi Jeanete) saat kehilangan anaknya. Namun biarkanlah istri saya mempertanggungjawabkan perbuatannya,” kata Saparudin.

Saparudin menetap dan bekerja di Mapolresta Pekanbaru sejak pertama kali menjenguk istrinya yang ditahan. Empat bulan lalu, Saparudin tanpa pikir panjang langsung pergi ke Pekanbaru setelah mengetahui istrinya ditangkap.

Saparudin memutuskan untuk tinggal di Pekanbaru karena Yuli mengatakan sedang hamil lima bulan. Dia langsung memutuskan untuk bekerja pekanbaru agar dapat mengontrol istrinya.

“Alhamdulillah, saat itu Pak AKP Herman Pelani sebagai Kanit Buser menawarkan saya kerja untuk bersih-bersih di ruangannya. Saya juga diberikan kesempatan untuk tinggal di situ. Meski istri saya pembunuh, saya tidak pernah disudutkan polisi di sini. Mereka semua baik kepada saya,” pungkasnya.

(Merdeka.com) http://www.merdeka.com/peristiwa/pembunuh-bayi-di-pekanbaru-melahirkan-anak-laki-laki.html