Perajin-Tenun-Diminta-Kembangkan-Inovasi

Kundur News – Denpasar – Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Bali Ny. Ayu Pastika menyerukan kepada perajin kain tenun di Bali untuk terus mengembangkan inovasi. Terlebih, industri kerajinan tenun di provinsi lain saat ini berkembang begitu pesat. “Jika tidak ikut berinovasi, saya khawatir nanti kita kalah saing,” ujar Ayu Pastika. saat didaulat menjadi juri kehormatan pada Lomba Desain Tenun ATBM/Cagcag serangkaian pelaksanaan PKB di Lantai I Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Rabu (21/6).

Ayu Pastika berharap para perajin terus melakukan inovasi agar ke depannya mampu menghasilkan karya berkualitas dan berdaya saing. Namun para perajin juga diingatkan agar tetap menjaga ciri khas tenun Bali.

Apapun kreatifitas dan inovasi yang dilakukan, para penenun diminta tetap bermain dalam pakem endek dan songket. “Karena dua jenis tenun itu merupakan ciri khas Bali, jangan memadukan dengan batik karena akan mengaburkan identitas kita,” tegas Ayu Pastika.

Salah satu hal yang mengundang decak kagumnya adalah inovasi sejumlah perajin dalam menciptakan mesin serupa cagcag untuk memproduksi tenun yang biasanya harus dikerjakan secara manual. Dengan mesin yang dirancang sedemikian rupa, mereka mampu menghasilkan karya tenun ikat seperti songket yang nyaris tak ada bedanya dengan produk yang dihasilkan alat tenun tradisional. Selain hasil yang lebih berkualitas, penggunaan mesin yang dirancang secara khusus diyakini mampu meningkatkan produtifitas para perajin.

Ke depannya, Dekranasda Provinsi Bali berkomitmen untuk terus melakukan pembinaan terhadap para perajin untuk menciptakan desain yang lebih  inovatif. Selain inovasi menciptakan alat tenun modern, ia pun mendorong kreatifitas para perajin dalam menciptakan motif yang lebih variatif, menarik dan baru. Menurut Ayu Pastika, inovasi dan kreatifitas merupakan kunci bagi para perajin dalam memenangkan persaingan baik di pasar lokal, nasional hingga internasional.*