Kepri, Karimun – Sebanyak 2.300 rumah tangga di Provinsi Kepulauan Riau mendapat sambungan instalasi listrik gratis dari Pemerintah melalui Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari pemerintah dan saat ini telah menyala 100 persen. Hal tersebut disampaikan oleh Koordinator Perencanaan Distribusi Tenaga Listrik Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Hari Purnomo pada Penyalaan Pertama Program BPBL di Kelurahan Sawang Kota, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, Sabtu (18/11/2023).

“Penerima BPBL Kabupaten Karimun pada tahun ini sebanyak 1.273 rumah tangga yang tersebar di 12 Kecamatan. Dan untuk penerima BPBL Kecamatan Kundur Barat sebanyak 93 rumah tangga,” ujar Hari.

Hari menyampaikan hingga September tahun 2023, Rasio Elektrifikasi (RE) nasional telah mencapai 99,74%. masih terdapat 0,26% rumah tangga belum berlistrik yang sebagian besar tersebar di wilayah terpencil (remote area) khususnya daerah Terdepan, Terluar dan Tertinggal (3T).

Ia juga menyampaikan masih terdapat masyarakat yang tinggal di perdesaan maupun perkotaan yang sudah terdapat jaringan listrik PLN di depan rumah, namun  belum bisa menyambung listrik sebagai pelanggan PLN.

”Hal ini dikarenakan ketidakmampuan bayar biaya pasang baru listrik, sehingga harus menyalur atau berbagi sambungan listrik dengan tetangga,” ungkap Hari.

Dalam kesempatan yang sama Anggota Komisi VII DPR RI Asman Abnur menyampaikan bahwa dengan adanya Program BPBL ini, masyarakat di Kabupaten Karimun semakin maju karena mendapatkan bantuan yang diinisiasi Komisi VII DPR RI.

“Di Kabupaten Karimun telah menyala sebanyak 1.273 rumah tangga. Saya sangat bersyukur bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat di kabupaten Karimun,” kata Asman.

Sekretaris Daerah Kabupaten Karimun Muhammad Firmansyah mengatakan, listrik merupakan kebutuhan pokok namun hingga saat ini ada beberapa wilayah di Kabupaten Karimun yang belum menikmati listrik seutuhnya.

”Pemda Karimun sangat berterimakasih karena ada 1.273 bantuan pasang baru listrik untuk Rumah tangga yang tidak mampu di Kabupaten Karimun,” kata Firmansyah.

Staf Ahli Direktur Retail PT PLN (Persero) Rasyid Nadja berujar Program BPBL ini merupakan bukti nyata dukungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengejar target rasio elektrifikasi sebesar 100%.

“PLN siap melaksanakan tugas sebagai penggerak dibidang ketanagalistrikan, serta siap bekerjasama dengan seluruh stakeholder dan mitra strategis guna mendukung rasio elektrifikasi sebesar 100%,” ujar Rasyid.

Nor Hadi (30 tahun), salah satu penerima Program BPBL mengucapkan terima kasih kepada pemerintah serta PLN atas bantuan yang diberikan pada keluarganya.

”Untuk ke depannya semoga program ini bisa membantu masyarakat yang masih belum mendapatkan progam listrik gratis ini,” kata Nor.

Ayah dari tiga anak ini bercerita bahwa selama ini menyambung listrik dari tetangganya. Ia mengucap syukur karena dengan adanya program ini, ia bisa mendapatkan listrik gratis. (AT)