Kundur News

Namanya Marwan. Kabar sebelumnya memberitakan bahwa ia ‘diculik’ oleh tentara ISIS dan dilepaskan bersama puluhan bocah lainnya. Reporter perempuan bule mendatangi rumah Marwan dan melakukan wawancara yang direkam dan disiarkan oleh CNN.

Marwan ditemani oleh ibunya saat wawancara. Sang ibu bilang, sejak kembali Marwan berubah. Ia menyebutkan bahwa tentara ISIS adalah orang-orang baik. Mereka membawa anak-anak ke masjid dan mengajak mereka salat. Mereka juga disekolahkan dan diajari Islam di sana. Mereka juga diputarkan video tentang hal-hal yang dilakukan oleh ISIS yaitu membunuh mereka orang-orang kafir yang menghalangi tegaknya hukum Allah. Pemutaran video itu tidak untuk menakut-nakuti mereka tapi untuk menjelaskan dasar pasukan ISIS melakukannya. Mereka membunuh pasti dengan alasan dan bukti yang kuat.

Tentara YPG tidak menyukai mereka (ISIS) karena bendera dan keyakinan mereka akan tiada tuhan selain Allah. Mereka meneriakkan kalimat yg meng-esakan Allah. Ketika reporter bertanya pendapat Marwan tentang para tentara ISIS, jawaban bocah ini membuat ibu, saudara perempuannya dan si reporter terhenyak. Marwan mengatakan, “Menurut saya tentara ISIS yg benar”.

Untuk beberapa saat, Marwan sempat berdebat dengan kakak perempuannya yang kaget dan tidak terima atas pembelaan adiknya terhadap tentara ISIS. Bahkan Marwan sempat mengatakan kakaknya sebagai orang yang tidak peduli dengan Islam ketika si kakak ini mencoba meralat kata-kata adiknya yang membela ISIS. Di video tersebut si kakak tidak menutup aurat.

ISIS menganggap tentara YPG itu kafir. Dan ketika si reporter bertanya bagaimana pendapat Marwan sendiri, dia menjawab bahwa ya tentara YPG kafir. Karena bila dibandingkan dengan motto ISIS yang tertera di benderanya bahwa tiada Tuhan selain Allah maka, tentara YPG memang kafir.

Tak disangka…karena kata-katanya yg mengungkap kebenaran, membuat tentara sosialis gerah hingga merasa perlu mengeksekusinya. Semoga Allah menempatkanmu bersama orang-orang yang diridhaiNya.