Kanker Leher Rahim Harus Dideteksi sejak DiniOrganitation (WHO), diantara 10 ribu perempuan, 1.000 perempuan dipastikan menderita kanker leher rahim.
“Untuk itu, penyakit ini perlu dideteksi, diketahui, serta ditanggulangi sejak dini. Banyak yang belum tahu bahayanya kanker leher rahim. Karenanya, kami ingin melakukan sosialisasi sekaligus pemeriksaan,” ujar Kepala Sub Direktorat Pencegahan Kanker Alat Reproduksi Direktorat Penanggulangan Kesehatan Reproduksi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat C Wahyuni.
Ia mengatakan, kanker leher rahim sulit dideteksi secara kasat mata. “Kanker itu baru diketahui saat memang sudah parah,” terangnya.
Ia mengatakan, gejala kanker leher rahim, antara lain, keputihan yang disertai bau yang tidak sedap dan alat kelamin mengeluarkan darah saat bersenggama.
Wahyuni menyebutkan, kanker leher rahim dapat disebabkan dari tidak sehatnya alat kelamin perempuan juga, pun dapat disebabkan oleh suami. “Kalau suaminya suka jajan (main perempuan-red) maka istrinya harus memeriksakan. Takut terkena IMS (infeksi menular seks-red),” terangnya.
Dikatakan, kanker leher rahim dapat menimpa siapa saja, bukan hanya perempuan yang menggunakan alat kontrasepsi IUD. Wahyuni menerangkan, kanker leher rahim dapat diketahui dengan pelayanan papsmear, yakni memeriksa leher rahim dengan mengambil cairan pada leher rahim untuk diperiksa, apakah terjangkit human papilloma virus (HVP), atau virus yang dapat menyebabkan kanker leher rahim.
Kata dia, hasil pemeriksaan tersebut dapat diketahui sepekan usai perempuan tersebut melakukan pemeriksaan. “Saat kanker tersebut terdeteksi, perempuan yang menderita harus diobati,” tuturnya. (jpnn)