Tembilahan – Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PC NU) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menyayangkan respon yang berlebihan dari sebuah organisasi masyarakat (Ormas) terkait logo Milad Inhil ke 58 yang dinilai menjiplak atau plagiat.

Ketua PC NU H Abdul Hamid, MA menilai pernyataan yang di sampaikan melalui media sosial (medsos) tersebut sangat tidak pantas, apalagi hingga memberikan gelar yang tidak semestinya kepada Kepala Daerah.

“Setelah saya membaca dan mencermati berita di medsos, saya selaku pimpinan ormas Islam terpanggil untuk mengajak ummat agar lebih santun dalam menyampaikan sesuatu. Apalagi yang menyangkut nama baik seseorang yang seyogyanya tidak jadi bahan olokan,” tegas Abdul Hamid, Selasa (20/6/2023).

Sementara itu terkait logo Milad Inhil ke 58 2023 yang dipermasalahkan originalitasnya tidak perlu lagi diperdebatkan karena panitia telah meminta maaf atas ke khilafan tersebut dan permintaan maaf sudah di terima.

“Sejatinya persoalan tersebut harus nya tidak lagi perlu dilanjutkan dengan ungkapan yang kurang elok, karena persoalan sudah selesai,” ucap Abdul Hamid.

Selaku tokoh agama, Abdul Hamid mengajak untuk menggunakan narasi yang bijak untuk menyampaikan sesuatu, apalagi di media sosial sehingga tidak menimbulkan kegaduhan.

 

Yang miris nya nyata yang salah dan keliru itu panitia Kenapa yang di beri gelar Bupati Hemat kami ini suatu hal penilaian dan tidak rasional .

“Saya percaya bahwa apapun persoalan yang ada, bisa di selesaikan dengan cara – cara yang elegan. Saya meyakini bahwa Pemkab Inhil tetap terbuka bagi kritik konstruktif,” pungkasnya.