Jalan-di-Prayun,-Tidak-ada-Penerangan-lampu-jalan

Prayun – Masyarakat Prayun Kundur Barat meminta Pemerintah Daerah dapat mengadakan Penerangan Jalan Umum (PJU), khususnya jalan-jalan di Prayun, karena selama ini jalan tersebut hanya mengharapkan penerangan dari rumah-rumah warga.

Hal itu disampaikan Satriadi (30), mewakili masyarakat Prayun, pada Sabtu, (07/11/2019).

Dikatakannya, tidak pernah ada lampu-lampu jalan terpasang dari pelabuhan Tanjung Maqom Selat Belia Hingga Sawang, Kundur Barat, sepanjang kurang lebih 25 KM, namun masyarakat terus saja dikenakan PPJ (Pajak Penerangan Jalan).

“Pajak terus dikenakan pada saat kita membayar tagihan PLN, namun satu lampupun tidak ada yang terpasang khususnya jalan-jalan di Prayun. Saya tahu karena saya tinggal di samping jalan utama Prayun,” kata Satriadi.

Hasil konfirmasi Camat Kundur Barat, Murnizam, baru-baru ini mengatakan, biaya perawatan PJU di Kundur Barat pada tahun 2019 ini hanya Rp 30.000.000,- tidak memadai untuk mengganti lampu yang rusak di wilayah Sawang.

“Pada tahun 2019 ini yang cair hanya Rp 30 Juta, tak cukup untuk mengganti lampu-lampu jalan di Sawang. Lampu jalan sering sekali rusak,” kata Murnizam.

Info yang berhasil dihimpun Kundur News, sebanyak kurang lebih 17.000 pelanggan PLN untuk wilayah pulau Kundur. Tiap-tiap pelanggan dikenakan PPJ dari 6% hingga 10% per pelanggan, sesuai dengan jumlah tagihannya.

Untuk Kecamatan Kundur, biaya perawatan lampu jalan pada tahun 2019 ini sebesar Rp 70.000.000,- sampai saat ini masih belum tampak ada satu lampu pun yang dilakukan perbaikan.*