M. Taufik, Mahasiswa FISIPOL Universitas Karimun
M. Taufik, Mahasiswa FISIPOL Universitas Karimun

Indonesia adalah Negara kepulauan yang terdiri dari pulau besar dan pulau kecil  yang biasa juga disebut sebagai Negara kepulauan  atau  archipelago state. kata archipelago juga sering di artikan  “kepulauan”, Kata kepulauan biasa diartikan sebagai kumpulan pulau-pulau yang dibatasi dengan lautan. Indonesia secara geografis merupakan sebuah Negara kepulauan dengan dua pertiga luas lautan lebih besar daripada daratan. Indonesia juga merupakan negara maritim yang memiliki wilayah perairan (laut) hampir 70%.

Hal ini bisa dilihat  dengan adanya garis pantai (+- 81.000 km) yang menjadikan indonesia menempati urutan ke dua setelah kanada sebagai Negara yang memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Kekuatan inilah yang merupakan potensi besar untuk memajukan perekonomian Indonesia di bidang kemaritiman.

Dengan kekayaan yang begitu melimpah di sektor maritim sangat banyak sekali peluang yang didapat untuk mengembangkan sektor maritim dan kekuatan tetapi pun tidak sedikit menyisakan beberapa permasalahan klasik di antaranya illegal fishing, penambangan lepas pantai, belum optimalnya pengelolaan sumber daya hayati laut, maupun tata kelola pariwisata yang belum berbasis ekologi.

BACA :  Nasib Nelayan Pantai Pak Iman Kuda Laut, Karimun

Penulis berpandangan (red. Taufik Riduan) kabupaten karimun sebagai daerah kepulauan yang memiliki  luas lautan 6.460km2 sedangkan daratan 1.524 km2 dan banyak terdapat pulau-pulau kecil sekaligus sebagai daerah perbatasan dengan Negara tetangga seperti, Malaysia dan singapura perlu mengoptimalkan pengelolaan kemaritiman di wilayah perbatasan, mengingat sektor tersebut dapat menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Pembangunan dari laut perlu di optimalkan sejak dini dengan memanfaatkan anggaran pusat maupun daerah. Pemerintah sebagai pemangku kebijakan perlu mengupayakan terobosan dan gagasan-gagasan segar untuk pengembangan sektor kemaritiman tak hanya peran dari pemerintah saja tetapi semua kalangan perlu mendorong connectivity dengan mengintegrasikan wilayah-wilayah di Indonesia serta memperkuat visi, ide dan strategi yang matang untuk memajukan sektor kemaritiman di wilayah perbatasan.

BACA :  Penutupan Masa Penerimaan Anggota Baru (MAPABA) II

Berbicara soal kemaritiman tidak terlepas dari keberadaan sumber daya hayati yaitu ikan dan terumbu karang. Pemanfaatan laut dan pantai serta ikan perlu menjadi perhatian serius, sejauh ini potensi sumber daya alam yang dimiliki belum terkelola secara optimal Karena sumber daya manusia yang ada masih belum bisa menjawab permasalahan dalam bidang kemaritiman. kampus sudah seharusnya berfikir untuk mengembangkan lulusan siap pakai, lulusan siap kerja.

Penulis berpandangan perlu adanya pengembangan penelitian terkait kemaritiman dan perbatasan Kemudian ditambahkan bahwa sudah saatnya pemerintah,akademisi dan stackholder lainya memiliki data yang valid. Data mendukung atau menopang sebuah perencanaan dan dapat menjadikan realisasikan tepat sasaran.

BACA :  Bukti Mahasiswa Maritim Ada di Produk Ilmiahnya

Hal ini bisa di mulai dengan mengelola sumber daya pesisir laut dengan manajemen yang terintegrasi, meningkatkan kegiatan penelitian ilmiah dibidang kelautan dengan adopsi teknologi serta memanfaatkan ikan secara lestari dan bertanggung jawab dengan konsen menyelenggarakan kegiatan penelitian dan pengembangan.

Akhir kata dari artikel ini kepada kita semua atau pihak-pihak yang bersangkutan untuk mengelola kemaritiman di wilayah perbatasan secara baik dan memberikan dampak positif ke masyarakat. Love of the sea untuk pengembangan kemaritiman dan perbatasan Indonesia. Majukan Indonesia , dari laut kita membangun.*

Ditulis Oleh : M. Taufik
Mahasiswa FISIPOL Universitas Karimun