Jokowi: Banyak kepala negara kagum kekayaan Indonesia

jokowi-banyak-kepala-negara-kagum-kekayaan-indonesia

 

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) melepas Tim Nusantara Sehat Angkatan I di Istana Negara. Tim ini akan bertugas di desa-desa tertinggal dan kepulauan wilayah perbatasan di Indonesia.

Jokowi mengatakan, setiap kali dirinya bertemu dengan kepala negara-negara lain, diceritakan mengenai pulau-pulau di Indonesia yang berjumlah ribuan. Indonesia merupakan negara besar dengan jumlah penduduk di atas 250 juta.

“Mereka kaget semua. Ini Indonesia memang negara besar. Pertanyaannya adalah bagaimana mengelolanya? Bagaimana distribusi logistiknya, bagaimana distribusi BBM? Memberikan pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan? Dia geleng-geleng, banyak yang geleng-geleng,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Senin (5/5).

Menurut Jokowi, Indonesia memiliki sekitar 17 ribu pulau. Meskipun tiap minggu dijadwalkan untuk mengunjungi pulau-pulau di Indonesia, selama 5 tahun tidak akan habis dan merata.

“Saya ke Wamena lalu ke Jakarta, bandingkan langsung kelihatan. Saya kira saudara-saudara akan berpendapat sama, njomplang, gapnya tebal sekali. Ini lah yang ingin kami kejar kenapa ada Tim Nusantara Sehat,” jelas Jokowi.

“Di Jawa yang namanya Rumah Sakit bertebaran di mana-mana, puskesmas di mana-mana. Tetapi di perbatasan, di pulau-pulau sebelah timur, lihatlah nanti saudara akan merasakan betapa memang Indonesia, negara kita negara besar. Kita patut bangga tetapi bagaimana mengelola, bagaimana bahwa negara hadir. Inilah yang ingin kita kejar,” tambahnya.

Jokowi mengaku bangga dengan orang-orang yang bergabung dalam Tim Nusantara Sehat dan mendedikasikan diri untuk kepentingan bangsa dan negara. Yaitu meningkatkan pelayanan kesehatan di desa-desa tertinggal dan wilayah perbatasan.

“Kelihatannya saya lihat wajahnya optimis semuanya. Itu yang kita cari. Ini angkatan pertama, ditaruh 143, awas kalau ada yang balik, saya cek kenapa mereka balik. Ini masih di negeri sendiri, coba lihat angka kematian ibu melonjak. Angka kematian bayi 32 per 1000 bayi yang hidup. Inilah problem-problem besar kita,” jelas Jokowi.

“Saya ingin ucapkan terima kasih, dengan saudara-saudara dengan sebuah tekat dan niat baik, ingin memberikan pelayanan di manapun saudara-saudara ditempatkan. Saya kira tadi trainingnya juga sudah lebih dari cukup, dah kayak di Kopassus,” tutup Jokowi.

 

 

+

+

http://www.merdeka.com/peristiwa/jokowi-banyak-kepala-negara-kagum-kekayaan-indonesia.html