Home Kepri Kundur

Kegiatan PGRI Sempat Vakum Karena Pandemi, Uang Iuran Dikemanakan?

Tanjungbatu – Sekelompok anggota PGRI Kecamatan Kundur mempertanyakan dana iuran anggota, khusus iuran tahun 2019 dan 2020, yang dikenakan sebesar Rp 10.000,- per bulannya. Iuran terus berjalan sementara kegiatan tidak dilakukan karena pandemi selama dua tahun berturut-turut.

Pertanyaan itu disampaikan oleh sekelompok tenaga pendidik kepada Kundur News di sela-sela acara Silaturahmi dan Senam Bersama keluarga besar PGRI Kecamatan Kundur, di Balai Pemuda dan Olahraga, Ahad (16/01/22).

“Selama dua tahun kegiatan HUT PGRI vakum kegiatan, biasanya duit iuran kami untuk dibelikan hadiah-hadiah, lantas uang sebanyak itu yang terkumpul kegiatan tidak dilakukan, uangnya dikemanakan,” ujar salah satu peserta yang tak mau namanya disebutkan.

Dia juga menyarankan Kundur News untuk menanyakan hal tersebut ke pengurus yang lama, berinisal S.

“Pengurus yang baru mungkin tak tahu, bapak tanya aja kepada S, dan bendaharanya ibu S, karena dia ketua dan bendahara pada saat itu. Bendahara yang saya tau kepala SDN 002 Kundur” tambahnya.

Rekan kelompok guru itu juga menimpali, uang yang dikenakan per anggota jumlahnya memang tidak seberapa, tapi jika dikalikan dengan ratusan anggota selama setahun atau dua tahun, lantas uangnya dikemanakan, dia juga minta pihak pengurus sebelumnya untuk lebih transfaran.

“Kalau tidak transfaran, kami minta pihak penegak hukum dapat mengaudit dana tersebut. Karena ini dana orang ramai, hal itu serupa dengan pungli yang melanggar Undang-undang, berkedok iuran anggota. Apalagi pada tahun-tahun itu, yang lambat bayar dijemput ke sekolah masing-masing,” bebernya.

Ketua PGRI Kecamatan Kundur, Kusmaidi, mengaku tidak tahu terkait permasalahan tersebut. Karena dirinya baru dilantik sebagai pengurus di desember 2021.

“Kalau masalah itu saya memang tidak tahu, karena pengurus kami baru dibentuk. Dulu kami memang ikut dalam kepengurusan, disana anggota-anggota banyak juga yang tidak membayar. Kalau anggota tak bayar lalu dijemput, saya fikir tak lah demikian, karena kita sifatnya sukarela, ke sekolah itu sifatnya mengingatkan,” ujar Kusmadi.

Diketahui, ada sebanyak kurang lebih 700 anggota PGRI Kecamatan Kundur, yang teridiri dan tenaga pendidik dan kependidikan. Dikatakan Kusmadi, jumlah tersebut banyak yang tidak aktif.

Ketua PGRI sebelumnya, S, untuk sementara belum dapat dikonfirmasi terkait permasalahan tersebut.*

==========================