Kundur News
Peluncuran 4G LTE tahap kedua pada frekuensi 1800 Mhz serentak digelar oleh semua operator telekomunikasi hari ini, Senin (06/07). Masing-masing operator menentukan sendiri wilayah mana yang akan dijadikan kota pertama nantinya untuk komersialisasi 4G sesuai dengan kesiapannya.

Telkomsel, misalnya. Operator telekomunikasi yang identik dengan warna merah ini memilih Makassar sebagai kota pertama komersialisasi 4G LTE. Pemilihan Makassar sebagai kota pertama yang mencicipi jaringan 4G ini lantaran kota tersebut dianggap paling potensial. “Karena memang secara bisnis masuk akal dan potensial,” ujar Ivan Cahya Permana, Vice President Technology and System Telkomsel.

Sedangkan Indosat, memilih Balikpapan sebagai kota pertama rasakan jaringan 4G miliknya. Menurut CEO Indosat, Alexander Rusli, Balikpapan dipilih karena kondisi kesiapan pelanggannya. Maklum, hal mendasar yang menjadi pertimbangan karena penetrasi smartphone di Balikpapan berada di atas 30 persen atau tertinggi dari kota-kota alternatif yang akan dipilih sebelumnya untuk komersialisasi pertama 4G nya.

“Dilihat dari kondisinya kita pilih Balikpapan. Melihat kondisi penetrasi smartphone di kota itu tertinggi,” katanya.

Setelah Telkomsel di Makassar dan Indosat di Balikpapan, XL memilih Lombok sebagai kota yang pertama kali rasakan jaringan 4G. Dikatakan Chief Service Management Officer XL, Ongki Kurniawan, Lombok dipilih karena banyak faktor, khususnya jumlah pelanggan di sana lebih banyak dibandingkan di kota lain.

“XL memilih Lombok untuk dijadikan kota pertama komersialisasi 4G LTE di 1800 Mhz karena pelanggan kami 80 persen lebih banyak di sana. Jadi, sebagai bentuk hal itu, kami ingin memberikan layanan yang spesial di Lombok,” ujar Ongki.

Selain itu, Tri juga dikabarkan menggelar di Banjarmasin dan Smartfren di Batam. Smartfren yang berlisensi CDMA akan meluncurkan 4G LTE mereka di spektrum 850 MHz.

Proses peluncuran secara serentak ini, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, adalah suatu bentuk kebersamaan daripada sisi kompetisi. “Kalau nanti 4G sudah tuntas digelar semua, ya mau berkompetisi silakan saja,” katanya.

Sebagai informasi, saat ini proses penataan 4G LTE masih belum selesai. Secara komersial, baru akan diselenggarakan setelah tata ulang di frekuensi 1800 Mhz selesai secara nasional pada bulan November 2015. Acara peluncuran ini dikatakan Dirjen Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Muhammad Budi Setiawan sebagai penanda kesiapan operator telekomunikasi untuk jaringan 4G nya.

+
Sumber : Merdeka.com