ANAMBAS – Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang di bangun oleh Kementerian ESDM tahun 2013 di Desa Mengkait Kecamatan Siantan Selatan, sudah tidak lagi berfungsi dengan baik. Sehingga warga memilih menggunakan mesin genset demi kebutuhan listrik mereka.

Mereka mengatakan, PLTS hanya dapat difungsikan hanya setahun saja, dan tidak mengetahui penyebab dari PLTS tidak bisa di fungsikan lagi, dan kini terlihat bangunan dari kontainer tersebut sudah disekelilingnya sudah semak belukar dan pecahan botol berserakan di sekitar lokasi tersebut.

“Dulu pernah nyala listrik dari PLTS itu, sekitar satu tahun saja. Kini sudah tak bagus lagi. Kami kini gunakan mesin genset untuk kebutuhan arus listrik,” kata Bopi selaku Anggota BPD Desa Mengkait kepada wartawan, kemarin.

Kata dia, hal itu sudah disampaikan ke pihak Pemerintah Daerah Anambas. Saat ini warga hanya bisa menunggu dibangun kembali pembangkit listrik lainnya atau PLTS itu di nyalakan kembali.

“Mudah-mudahan PLTS itu dinyalakan lagi oleh pemerintah,” sebut dia.

Warga juga sering mengeluh terkait kebutuhan arus listrik. Saat ini mereka terpaksa menggunakan mesin genset untuk arus listrik.

“Cukup besar biaya yang dikeluarkan untuk operasional mesin genset. Tapi apa boleh buatlah,” ucap dia.

Tambah dia, selain kebutuhan arus listrik warga Desa Mengkait juga butuh air bersih. Diketahui mereka selama ini untuk mendapatkan air bersih harus menempuh jalur laut dengan menggunakan pompong untuk memperoleh air yang berada di pulau Temiang.

“Sumber air di kampung kami sulit didapatkan, sumur air yang ada terasa payau. Untuk air bersih kita ambil di pulau Temiang yang terletak didepan Desa Mengkait. Pakai pompong menuju kesana itu,” jelas dia lagi.*