Kundurnews – Karimun – Seorang remaja putra bernama Abd Kahar (18) warga Jalan Kapten Muktar RT 02/RW 03 Pasir Gembur Kelurahan Tanjungbatu Kota, Kecamatan Kundur Karimun ditemukan tewas gantung diri, Jumat (9/8) sekitar pukul 23.00 WIB.

Pelajar yang masih duduk dibangku kelas XII SMK itu nekad mengakhiri hidupnya dengan seutas tali nilon yang diikatkan pada tiang plafon (kanopi) dalam kamar rumahnya.

Diduga Abd Kahar nekat mengakhiri hidupnya karena tidak menerima nasihat dari orang tuanya. Menurut keterangan orangtuanya, Abd Kahar untuk dapat menghentikan kegiatannya. Menjelang malam, Abd Kahar sudah tergantung di kamarnya.

Penemuan jenazah Abd Kahar itu menggemparkan warga. Ibu korban Nurlela lalu menghubungi Ketua RT setempat. Ketika menunggu polisi datang, belasan warga sekitar sudah berkumpul dirumah orangtua Abd Kahar.

BACA :  Mayat Perempuan Tanpa Identitas ditemukan di Perum Batam Park, Nagoya

Kepada polisi, Nurlela menceritakan kronologi menemukan Abd Kahar tergantung dikamarnya. Pintu kamar korban terkunci, ia pun sempat memanggil nama anaknya namun tak kunjung ada jawaban.

Menurut Nurlela, dia menemukan jenazah Abd Kahar saat ia sudah mendobrak pintu kamar korban. Kapolsek Kundur Kompol Basta Nababan yang datang ke tempat kejadian perkara (TKP) bersama beberapa anggotanya langsung menurunkan jasad Abd Kahar yang tergantung.

“Sebelum Korban mengakhiri hidupnya, ia sedang bermasalah dengan orang tuanya. Ibunya menegur agar korban untuk menyudahi kegiatannya. “Sudahlah nak macam tak ada waktu lain”,” ungkap Kompol Basta Nababan mencontohkan pesan orang tuanya.

Lebih lanjut Kompol Nababan mengungkapkan kalau korban juga sempat mengirim sms ke pacarnya kalau ia mengatakan kalau umurnya takkan lama lagi. Dan iapun cerita ke pacarnya kalau ia sedang bertengkar sama mamaknya.

BACA :  Pengakuan Warga Terhadap Tewasnya Satu Keluarga Dengan Tembakan

“Dia sms ke pacarnya “Masih di kamar tdr lah. Aku syg ko. Lw umur ku tk panjang, aku mhn cri ls yg lbh baek dri aku”, terus ia sms kembali ke sms pacarnya “Ada mslh ma mamak aku. Ea udh mksh. Aku syg ko. Bsok lw umurku tk ada lg. Jgn tangsi aku. Aku syg ko,” tutur Kapolsek.

Dari hasil visum dan olah TKP kalau korban murni bunuh diri dengan cara gantung diri. Sudah banyak kasus remaja bunuh diri karena merasa tertekan dan tidak tahu kepada siapa harus mengadu. Di sisi lain, remaja memiliki emosi yang sedang bergolak luar biasa, sehingga terkadang melakukan tindakan yang diluar akal sehat orang dewasa.

BACA :  Merasa Tertekan, Seorang ABG warga Parit Wagio Kundur Utara, Nekat Gantung Diri hingga Tewas.

Tragedi remaja bunuh diri kerap terjadi di Indonesia, mungkin salah satu penyebabnya adalah kurang dekatnya hubungan antara orang tua dan anak sehingga mereka merasa tidak punya teman dan akhirnya melakukan tindakan putus asa.

zuren