rumah_sakit_diminta_tetap_siaga_saat_nyepi_di_bali
Mangku Pastika saat memantau kesiapan sejumlah rumah sakit di Gianyar (26/3)

Kundur News – Denpasar-Rumah sakit di bali diminta untuk tetap siaga dalam memberikan layanan kepada masyarakat yang membutuhkan saat pelaksanaan Nyepi bagi umat Hindu di bali pada 28 Maret 2017 mendatang. Rumah sakit di seluruh Bali juga diminta tetap memberikan pelayanan optimal.

“Kalau sampai ada yang tak tertolong, kita ikut berdosa,” Kata Gubernur Bali Made Mangku Pastika saat memantau kesiapan sejumlah rumah sakit di Gianyar (26/3).

Menurut Pastika, selain antisipasi kedatangan pasien saat Hari Raya Nyepi, kesiagaan tenaga medis pada malam pengerupukan juga harus ditingkatkan. Diharapkan Rumah Sakit tetap memberikan pelayanan terbaik demi kesehatan dan keselamatan masyarakat.

Pastika  juga menekankan tentang pentingnya keberadaan dokter senior pada proses triase pasien di Unit Gawat Darurat. “Kalau di luar negeri, yang ditugaskan pada triase pasien di UGD itu adalah dokter senior dan berpengalaman. Karena dia yang bertugas mengarahkan dan menentukan kelanjutan penanganan pasien yang baru masuk di UGD,” ujar Pastika.

Sementara itu, Direktur RSUD Mangusada dr. Gunarta memaparkan skenario yang sudah dirancang dalam memberi pelayanan mulai malam pengerupukan hingga pelaksanaan Hari Raya Nyepi. “Kami menyiagakan 34 unit layanan dengan dukungan 194 personil,” imbuhnya.

Secara kebetulan, skenario pelayanan nyepi itu secara tak langsung sudah diujicoba dalam penanganan kasus keracunan makanan yang menimpa 62 warga Kapal. Dari 62 korban yang masuk rumah sakit, 61 orang langsung diperbolehkan pulang dan 1 orang harus menjalani rawat inap.

Sejalan dengan harapan Gubernur Pastika, pihaknya berkomitmen untuk memberi layanan optimal pada Hari Raya Nyepi. Selain kesiapan menghadapi Hari Raya Nyepi, Gunarta juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah berupaya meningkatkan sarana dan prasarana penunjang kesehatan agar nantinya Rumah Sakit ini bisa naik menjadi Tipe A.*