ANAMBAS – Sebanyak kurang lebih 100 siswa/i tingkat Sekolah Menengah Atas mengikuti lomba menulis yang diseponsori oleh perusahaan Migas SKK Migas, MedcoEnergi, PremierOil dan StarEnergy yang dilaksanakan di ruang SMA Negeri 1 Palmatak, Senin (24/9/18).

Sebelum lomba dimulai, seluruh peserta terlebih dahulu dibekali dengan pemantapan tentang Keselamatan Bernelayan.

Kegiatan itu diberi tema ‘West Natuna Consorsium (WNC) Goes to School’, sedangkan tulisan seluruh peserta yang diperlombakan, bertajuk ‘Bahayanya Bagi Nelayan Melaut Di Daerah Pengeboran Minyak Lepas Pantai (Offshore)’.

Kepala Sekolah SMAN 1 Palmatak, Dwi Nenengsih, memberikan apresiasi kepada pihak penyelenggara dalam sosialisasi serta lomba tulis tersebut.

“Kami sampaikan terima kasih tak terhingga kepada pihak perusahaan penyelenggara serta  para Jurnalis yang ada di Anamkbas yang tergabung dalam Asosiasi Wartawan Anambas, dalam mensukseskan acara tersebut. Kami berharap kegiatan seperti ini harus di teruskan karena sangat bermanfaat bagi siswa siswi kami,biasanya kami pihak sekolah melakukan kegiatan seperti ini pada hari hari besar Pendidikan saja, kami bangga dan senang jika kegiatan ini di jalankan secara terus menerus,” ucap Dwi Nenengsih .

Ditempat yang sama, Asril Masbah selaku ketua Tim Sosialisasi Keselamatan Bernelayan dan Lomba Penulisan untuk siswa SMAN 1 Palmatak mengatakan bahwasanya Siswa yang berjumlah 100 orang peserta sangat antusias dan senang dalam mengikuti acara perlombaan dari awal penyampain dan pemaparan hingga usai sangat antusias,” ucap Asril Masbah.

Dari hasil penilaian dari dewan juri yang dilakukan oleh sejumlah wartawan yang bertugas di Anambas, di tetapkan sebagai juara 3 diraih oleh Sole’ah Pratama Putri, Juara 2, Riska Meianti, sedangkan juara pertama diraih oleh Agus Riadi.

Sebagai peraih juara satu, Agus Riadi mengatakan bahwa dirinya sangat senang mengikuti acara tersebut selain dapat pengalaman dalam menulis seperti seorang Jurnalis, yang paling terpenting baginya motifasi serta semangat untuk terus berlajar dalam membuat karya-karya jurnalistik,” ungkap Agus Riadi.

“Saya berharap agar kegiatan ini juga digelar di sekolah sekolah lain, sehingga benar-benar bermanfaat dan melahirkan penulis-penulis yang mumpuni,” tutur Agus Riadi.*