Inhil – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Tembilahan Drs Hasmar saat ini sedang mempersiapkan perpustakaan Tengku Sulung menjadi Juara 1 di tingkat Provinsi Riau.

Pernyataan itu diungkapkannya ketika diwawancarai oleh kundurnews.co.id usai menjamu kunjungan Bupati Inhil HM Wardan, yang didampingi istrinya Zulaikhah Wardan, Kadisdik H Irawan dan Kadis DPAD Inhil H Yulizal di perpustakaan tersebut.

Dikatakan Hasmar, dengan adanya kunjungan serta apresiasi dari Bupati Inhil dan rombongan membuat pihaknya tambah bersemangat untuk terus mengupdate perpustakaan Tengku Sulung yang pernah menjadi juara 2 di ajang perpustakaan tingkat provinsi Riau itu.

“Alhamdulilah sebelumnya kita pernah menjadi Juara 2 di ajang perpustakaan tingkat provinsi, dan targetkan kita tahun ini juara 1, karena tinggal sedikit lagi, tahun ini ikut mudahan juara 1 agar bisa mewakili di tingkat Nasional,” ucap Hasmar dengan antusiasnya.

Kepala SMK Negeri 1 Tembilahan ini menyebutkan bahwa kawasan wisata literasi menginginkan membaca itu tidak hanya penuh dengan buku-buku perpustakaan nya tapi juga bisa merubah menjadi gudang ilmu.

“Kita rubah image gudang buku menjadi gudang ilmu, ketika mereka (Para pembaca red) akan membaca mereka berwisata, sambil menuntut ilmu jadi ini kita lakukan agar membaca itu satu hal yang menarik tidak lagi sesuatu yang membebani,” ujarnya, Senin (15/2/21).

“Jadi kami mengembangkan perpustakaan dengan indor dan out dor karena jumlah siswa kita yang banyak tidak mungkin siswa berada di dalam perpustakaan semuanya dan itu kita buat senyaman mungkin agar pembaca dan kegiatan-kegiatan yang menyangkut literasi bisa di kembangkan seperti baca puisi menulis novel lomba Mading dan lain lain,” tambahnya.

Disamping itu menjadi satu kesatuan membaca dan literasi itu menjadi kesatuan kita mengembangkan, disini kawasan wisata di dalam itu kita bangun pojok baca pondok baca, ruang baca lesehan dan di dalam ini kita menampilkan kearifan lokal agar anak-anak ini tau akan budayanya misalkan ruangan kita berinama pahlawan-pahlawan atau toko-toko Inhil, yang kita pajang disini agar mereka tau, kemudian juga ada Taja ada Taba dan ini akan kita tambah lagi apa saja termasuk seni-seni dari Inhil akan kita publikasikan jadi ini tidak hanya membaca tapi yang lebih luas adalah literasi itu yang kita kembangkan,” pungkasnya.