Belat – Seorang warga RT 003 RW 001, Desa Sungai Asam, Kecamatan Belat, Karimun, berinisial SP Alias B (35), nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. SP Alias B ditemukan telah tewas oleh adik kandungnya sendiri, Mansur (29) di rumah kosong tak jauh dari rumah orang tuanya, sekira pukul 19:00 Wib, Sabtu, (16/05/2020).

Setelah Mansur menemukan SP Alias B dalam posisi tergantung dengan seutas tali nylon berwarna kuning menjerat dileher, Mansur bergegas memanggil abangnya, Azmi untuk selanjutnya Azmi menghubungi Kepala Desa Setempat, Jefridin.

BACA :  1800 Masker Dibagikan, Kapolsek : Cegah Virus Corona Tanggung Jawab Kita Semua

Kapolsek Kuba, AKP Eddy Suryanto, menerima laporan dari Kades Jefridin, langsung perintahkan personilnya untuk menuju TKP bersama tim medis.

Menurut keterangan dari Kapolsek, Pria tersebut dengan sengaja bunuh diri dengan cara menjeratkan tali ke lehernya dan bergantung.

“Setelah kami lakukan pemeriksaan bersama tim medis, korban meninggal dengan sengaja bunuh diri dengan bergantung dileher, dan tidak ada unsur kekerasan lainnya. Dengan tanda bunuh diri seperti lebam pada bagian leher, menjulurkan lidah dan dikemaluan korban mengeluarkan cairan sperma,” kata Eddy Suryanto.

BACA :  Polsek Kuba Bagikan Sembako Kepada Warga Tidak Mampu Dampak Corona
Korban-gantung-diri-di-Sei-Asam
Korban saat di rumah duka, di Desa Sungai Asam, Belat

Dikatakannya, korban nekad gantung diri hingga tewas diduga karena patah hati dengan WIL (Wanita Idaman Lain), berinisial R. Hal itu diketahui melalui pesan whatsApp terakhir di selurer korban.

“Diduga korban ada masalah asmara cinta segi tiga, sesuai hasil pemeriksaan dan pesan WA di Hp milik korban,” kata Kapolsek.

Polisi mengamankan, seutas tali nylon warna kuning, baju kemeja lengan panjang warna putih yang dikenakan korban, celana jeans panjang warna Biru, celana dalam warna biru dongker, dan satu unit Hp merek samsung galaxy J2 Primemodel SM-g532/DS.

BACA :  Polsek Kuba Polres Karimun Amankan Pria Pencuri ‘Ojol’

Selanjutnya korban dikembalikan ke pihak keluarga, untuk dilakukan pemakaman.*