Sajam yang digunakan pelaku untuk menikam korban, Prajurit TNI Sei Guntung Riau
Sajam yang digunakan pelaku untuk menikam korban, Prajurit TNI Sei Guntung Riau

Kundur News – PEKANBARU – Pangdam I Bukit Barisan, BB Mayjen TNI Cucu Soemantri mengaku sangat prihatin atas tragedi penikaman Serda Muzaini seorang personil Baninsa di Koramil 06 Kateman Kabupaten Indra Giri Hilir pada Jumat kemarin, (7/7).

“Saya sangat prihatin sekali atas tragedi yang menewaskan Serda Muzaini. Untuk itu saya mendorong jajaran aparat kemanan khususnya TNI untuk melaksanakan penertiban anggota genk motor yang berada di wilayah Kodam I Bukit Barisan,” ucap Cucu saat menggelar jumpa pers di ruang VIP Hotel Lancang Kuning Pekanbaru – Riau, Sabtu sore (8/7).

Dalam kesempatan itu Cucu juga memerintahkan jajaran Korem untuk memberantas genk-genk motor di wilayah masing-masing. Disamping itu seluruh jajaran perlu memperkuat kinerja anggotanya dalam pemberantasan genk motor.

“Korban meninggal pada saat melaksanakan tugas. Mudah-mudahan arwahnya diterima disisi Tuhan,” harapnya. Dalam memberantas geng motor, Cucu juga mengajak masyarakat agar bersama-sama turut andil menjaga keamanan. Hadir dalam jumpa pers itu Danrem 031 WB Brigjen TNI Abdul Kharim, Kasrem Kolonel I Nyoman Parwata3.

Para Kasi Korem, Dandenpom Letkol Dodi, Dandim Letkol Tunjung 0301 PBR. Seperti diberitakan, seorang anggota Koramil Sungai Guntung, Serda (Muzaini) yang bertugas di Babinsa Desa Pelangiran – Riau tewas bersimbah darah, Jumat (7/7) siang sekitar pukul 14.15 WIB.

Ia tewas ditikam oleh seorag pelaku bernama Tamsir bin Nurung (21) menggunakan keris sebanyak tiga kali pada bagian perut, uluhati dan pinggang. Seorang rekan korban bernama Kopda Candra menceritakan kronologis penikaman temannya itu. Pada awalnya ia bersama korban (Muzaini) bermaksud mengantar jenazah salah seorang warga setempat yang meninggal dunia.

Dalam perjalanan korban bersama-sama dengan Kopda Candra bertemu dengan pelaku,Tamsir bin Nurung yang sedang megendarai sepeda motor sambil kebut kebutan dan sesekali jamping. Saat kebut-kebutan itu, Tamsir pun tak mampu mengendalikan sepedamotornya dan menabrak rumah salah seorang tokoh agama bernama Uztadz Jasman. Lalu rekan korban itu pun (Kopda Candra) menegur pelaku namun dibalas dengan perlawanan dan tetap melakukan aksi kebut-kebutan.

Karena  Kopda Candra saat itu tidak mengenakan pakaian dinas dan tengah berpakaian baju koko lantaran baru saja melaksanakan sholat jumat, maka tindakan mencegah aksi kebut-kebutan itu pun dilanjutkan oleh korban (Serda Muzaini), yang kebetulan pada waktu itu berpakaian dinas loreng TNI, Muzaini pun langsung turun dari sepeda motornya dan menegur pelaku.

Tapi tetap saja tak mendapat respon dan tetap melawan, sehingga Muzaini pun menampar pelaku. Setelah itu kedua rekan sejawat itu pun terus melanjutkan aktifitas mengantarkan jenazah masyarakat sekitar ke pemakaman umum. Namun belum selesai prosesi pemakaman, Serda Muzaini mendapat telpon dari pelaku yang menyampaikan bahwa saat itu tengah ditunggu didepan Kantor Babinsa Desa Taga Raja Sungai Guntung.

“Setelah pemakaman selesai korban bergegas pulang mendahului kami semua yang masih di lokasi pemakaman. Diperkirakan sekitar pukul 14.15 WIB Serda Muzaini tiba di kantor Babinsa Taga raja Sungai Guntung dengan mengendarai sepeda motor. Kemudian seketika itu juga pelaku bernama Tamsir ini menghampiri korban dan langsung menikam korban menggunakan keris sebanyak tiga kali,”jelasnya.

Tikaman bertubi-tubi itu mengenai bagian perut, uluhati dan pinggang korban, sehingga terjadi pendarahan hebat. Warga yang melihat kejadian itu langsung melarikan Serda Muzaini ke Rumah Sakit Umum Raja Musa (RSURM) Sungai Guntung. Aparat keamanan berhasil menahan pelaku yang tinggal di Gang Melati Parit 8 Desa Taga Raja Kecamatan Kateman Sungai Guntung,  berikut barang bukti berupa sebilah keris yang digunakan sudah diamankan*

BACA: Anggota Koramil Sungai Guntung Tewas Ditikam