Kateman — Menjaga wilayah teritorial aman dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), menjadi tugas penting untuk mencegah bencana alam kabut asap dengan cara Patroli Babinsa menyasar area perkebunan di wilayah desa Simbar, kecamatan Kateman yang dianggap rawan terhadap kebakaran.

 

 

“Hari ini saya mengajak warga binaan untuk bersama-sama melakukan patroli menyasar perkebunan masyarakat dan memastikan bahwa wilayah binaan tidak ada ditemukan titik hotspot,” ungkap Serda Edili Zalukhu, kepada awak media Selasa (11/4/2023).

 

 

Menurut Serda Edili Zalukhu, dengan pantauan langsung ke area perkebunan yang dianggap rawan terjadinya kebakaran, tentunya sangat efektif karena melihat langsung kondisi wilayah-wilayah.

 

“Sangat jelas lebih efektif, karena melihat langsung apakah ada titik hotspot maupun tidak, jadi saya bisa melaporkan ke pimpinan Koramil 06/KTM mengenai wilayah binaan saya,” jelasnya.

 

Selain itu Serda Edili Zalukhu juga apabila menemukan warga diarea patroli, selalu memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang larangan membuka lahan dengan cara membakar.

 

“Ya ketika saat menyasar perkebunan dan menemukan pemiliknya saya memberikan himbauan kepada mereka tentang larangan membakar karena itu dapat menimbulkan kabut asap dan menjadi bencana alam,” jelasnya.

 

Terakhir dikatakannya, apabila menemukan warga yang sengaja membuka lahan-lahan pertanian dengan cara membakar, untuk segera diberikan nasehat dan kalau juga membandel bisa laporkan ke pihak desa maupun kepolisian.

 

“Kalau dibiarkan saja, nanti menjadi kebiasaan, kita kasih efek jera dan menjadi contoh kepada yang lainnya, sehingga dapat menjadi pelajaran hal layak banyak sehingga di desa Simbar tidak ada ditemukan titik hotspot untuk kedepannya,” tutupnya.