Teluk Belengkong — Babinsa Koramil 06/Kateman kopda Ferry Sinaga sedang melaksanakan kegiatan Wawasan kebangsaan (Wasbang) di SMPN 1 Hibrida Jaya, SP 3, kecamatan Teluk Belengkong, kabupaten Indragiri Hilir ( Inhil).

 

Adapun kegiatan tersebut di lakukan kepada Siswa – Siswi SMPN 1 Hibrida Jaya agar bisa lebih mengenal dan memahami bagaimana bisa mencintai dan menghargai tanah air. Senin (20/02/2023).

 

“Sekolah Menengah Pertama (SMP) memiliki posisi strategis dalam membentuk dasar-dasar mental dan perilaku generasi muda bangsa. Usia seperti ini tentunya sangat penting diberikan bekal wawasan kebangsaan yang memadai untuk mewarnai perjalanannya meraih cita-cita dimasa yang akan datang. Dengan alasan tersebut, siswa SMP juga perlu diberi materi tentang wawasan kebangsaan.

 

“Sesuai dengan levelnya, tentu pemberian wawasan tersebut harus disesuaikan dengan keadaan usia. Sehingga bisa mudah dicerna, dipahami dan dimengerti untuk dilaksanakan dalam kehidupan,” kata Babinsa Koramil 06/Kateman, Kodim 0314/Inhil Kopda Ferry Sinaga disela pemberian materi kepada siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Hibrida Jaya.

 

Selain itu ia mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk menjalin Silaturrahmi dan memupuk keakraban antara Babinsa terhadap para siswa-siswi di sekolah, guna mendukung terbentuk sikap disiplin, dan karakter nilai nilai kebangsaan bagi para generasi muda sejak diusia bangku sekolah.

 

Wawasan kebangsaan adalah satu tugas bin wanwil yang harus dilaksanakan oleh Aparat Teritorial (Babinsa) secara terus menerus, karena kegiatan inilah upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki sikap dan disiplin yang baik.

 

Dengan diberikan penyampaian materi kebangsaan, diharapkan tumbuh rasa bela negara, rasa cinta Tanah Air dan berwawasan kebangsaan. Nantinya, siswa dapat menjadi generasi yang berkompeten dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ia berpesan kepada siswa-siswi agar selalu rajin belajar, berlaku sopan kepada orang tua, guru dan kepada siapapun juga.

 

“Saya minta kepada para siswa untuk mengurangi waktu bermain. Waktunya digantikan pada kegiatan-kegiatan yang bermanfaat antara lain mengaji, belajar sore dan membantu orang tua,” pungkasnya.