Kundurnews – Laju inflasi pada November lalu meningkat dan berpotensi berlanjut pada bulan ini karena pertepatan dengan perayaan Natal dan Tahun Baru. Meski demikian, inflasi diperkirakan masih berada pada rentang target pemerintah dan Bank Indonesia (BI) di kisaran 3-5 persen.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Kamis (1/12), inflasi pada November 2016 mencapai 0,47 persen dari bulan sebelumnya atau month-month (mtm), sedangkan dibandingkan periode sama tahun lalu (yoy), inflasi pada November 2016 mencapai 3,58 persen. Sebagai perbandingan, capaian inflasi pada Oktober lalu mencapai 0,14 persen secara mtm dan minus 0,08 persen (deflasi).

BPS mencatat komoditas pangan menjadi penggerak inflasi bulan lalu dengan kontribusi sebesar 0,47 persen. Menurut BPS, salah satu komoditas pangan yang menjadi penyumbang inflasi adalah cabai merah karena pasokannya terganggu.

“Cabai merah rata-rata mengalami kenaikan harga 21,2 persen karena faktor cuaca, yaitu intensitas hujan yang tinggi,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Sasmito Hadi Wibowo di Jakarta, Kamis (1/12). Sasmito mengatakan harga cabai merah naik di 76 kota. Faktor cuaca telah menyebabkan gagalnya panen dan menghambat distribusi komoditas tersebut di berbagai daerah sehingga berpengaruh terhadap inflasi.

Selain cabai merah, komoditas lain penyebab terjadinya inflasi adalah tarif pulsa ponsel dan sejumlah komoditas holtikultura lain, terutama bawang merah, cabai rawit dan tomat. Dengan capaian pada November tersebut, inflasi sepanjang tahun ini atau year-to-date (ytd) tercatat sebesar 2,59 persen.

Angka itu berpotensi meningkat bulan ini seiring peningkatan konsumsi menjelang Natal dan Tahun Baru. SESUAI TARGET Meski demikian, pemerintah dan BI optimistis laju inflasi masih berada pada rentang target yang diharapkan.

Dengan posisi tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution memperkirakan inflasi hingga akhir tahun berada di kisaran 3-3,1 persen. Darmin juga menyoroti kenaikan inflasi pada November lalu. Menurut dia, pengaruh cuaca menyebabkan harga beberapa komoditas pangan naik, terutama cabai. “November inflasi sedikit naik dibanding sebelumnya karena musim hujan yang agak banyak,” kata Darmin. *

 

(hariansib)