Katarak-Biasanya-Dialami-Oleh-Lanjut-Usia,-Namun-Bisa-Juga-Diderita-Oleh-Bayi

Kundur News – Katarak adalah kondisi lensa mata yang terdapat bercak putih seperti awan, kondisi ini membuat pandangan mata terganggu. Katarak dapat mempengaruhi jarak pandang mata dan mata silau. Katarak umumnya tidak menyebabkan iritasi atau rasa nyeri.

Umumnya penyakit katarak dialami oleh mereka yang sudah lanjut usia. Namun ternyata, katarak juga bisa diderita oleh bayi.

Katarak pada bayi (katarak kongenitalis) dapat disebabkan oleh beberapa hal:

Terjadi infeksi (Rubella, Toxoplasma, Cytomegalovirus, Cacar air) pada tiga bulan pertama kehamilan.
Ada riwayat penyakit metabolic yang diturunkan

Untuk menyembuhkan kondisi matanya, harus menjalani operasi dan menggunakan kacamata +16. Kini, setelah operasi dan menggunakan kacamata plus, bayi bisa melihat.

Menteri Kesehatan, Prof. Dr. dr. Nila F. Moeloek sempat mengatakan, katarak pada bayi biasanya terjadi karena ibu menderita penyakit toksoplasma, sehingga menyebabkan bayi menerima cairan protozoa selama berada di dalam kandungan.

“Itu sebabnya ibu yang sedang mengandung memiliki hak asasi yang lebih besar. Ini pesan juga untuk para ayah, agar memberikan gizi yang baik kepada ibu selama kehamilan,” ujarnya.

Pengobatan katarak pada bayi sama dengan pengobatan katarak pada orang dewasa. Karena menurutnya, hingga saat ini katarak hanya bisa disembuhkan melalui operasi.

Tidak hanya pada bayi baru lahir, penyakit ini juga harus diwaspadai pada anak-anak. Sebaiknya periksakan mata anak sebelum usia enam tahun. Dengan demikian jika terjadi masalah pada mata bisa segera teratasi.

“Bayi itu kan memang umumnya ketika lahir hanya bisa melihat terang dan gelap. Karena itu penting untuk rutin melakukan pemeriksaan, minimal satu tahun sekali, agar mereka bisa melihat dengan sempurna saat usia lima tahun,” ujarnya.

Cara deteksi dini katarak congenital:

  1. Beri bayimainan dengan warna-warna yang cerah seperti merah, biru, hijau, kuning
  2. Gerakan mainan itu ke segala arah secara pelahan
  3. Amati respon bayi

Respon yang normal adalah bayi mengikuti ke arah mainan itu digerakkan dan berusaha untuk meraihnya.

Bila bayi tidak memberi respon seperti itu ada kemungkinan bayiterkena katarak, segera konsultasikan pada dokter mata anak.*

 

 

(Bangka pos/Intisari-Online/Agus Surono)