Kesimbangan-Bali-Utara-dan-Selatan

Kundur News – Denpasar – Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta menegaskan bahwa fokus program Bali Mandara kedepan adalah penyeimbangan pembangunan antara Bali Utara dan Selatan. Salah satu cara yang akan ditempuh adalah pembangunan infrastruktur dan pengembangan pariwisata. “Misalnya di Buleleng kita kembangkan wisata marina. Di Karangasem kita optimalkan pelabuhan kapal pesiar,” kata Sudikerta saat  berorasi pada Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS) di Lapangan Puputan Margarana Niti Mandala Denpasar, Minggu (11/6).

Sudikerta menjelaskan bahwa Pemprov melalui program Bali Mandara telah melaksanakan berbagai terobosan untuk menekan angka kemiskinan. “Kita melaksanakan sejumlah program unggulan yang memang ditujukan untuk menuntaskan angka kemiskinan seperti program bedah rumah, Gerbangsadu, beasiswa miskin, JKBM yang sekarang sudah terintegrasi dengan JKN dan program lainnya,” ujar mantan Wakil Bupati Badung tersebut.

Menurut Sudikerta, angka kemiskinan akan lebih cepat dituntaskan jika masyarakat turut mengambil peran aktif. Peran aktif tersebut antara lain dapat diwujudkan dalam kepedulian membantu sesama. Terlebih masyarakat Bali punya nilai kearifan lokal yang disebut Tri Hita Karana.

Sudikerta menegaskan filosofi Tri Hita Karana mengingatkan manusia untuk menjaga keharmonisan hubungan dengan Tuhan, sesama dan lingkungan.  “Nah, membantu sesama yang membutuhkan itu merupakan aktulisasi dari filosofi Tri Hita Karana,” imbuhnya.*