Pasca Kunjungan Raja Salman, Bali Lirik Promosi Pariwisata ke Arab Saudi
obyek wisata Bedugul Bali - foto: apollomatkat

Kundur News – Denpasar.  Pasca Kunjungan Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud, Pemerintah Provinsi Bali menargetkan untuk mengintensifkan Pariwisata ke Arab Saudi. Kunjungan Raja Salman dinilai membawa angin segar bagi sektor pariwisata Bali. Penegasan itu diutarakan Sekretaris Dinas Pariwisata Bali Cokorda Bagus Pemayun dalam orasinya di Podium Bali Bebas Bicara Apa Saja (PB3AS), Minggu (12/3).

Cok Bagus Pemayun menyampaikan bahwa latar belakang kultur menyebabkan pasar pariwisata Bali selama ini agak kesulitan menarik wisatawan dari Negara Kawasan Timur Tengah. Namun kedatangan Raja Salman merubah persepsi tersebut dan merupakan peluang emas bagi Bali untuk lebih serius menggarap pasar Arab Saudi. “Logikanya kalau rajanya datang, rakyatnya juga akan datang berkunjung,” jelas Cok Bagus Pemayun.

Apalagi keluarga kerajaan sangat menikmati liburannya selama berada di Pulau Dewata. Bahkan, Raja Salman beserta keluarga memutuskan untuk memperpanjang liburannya di Bali. “Itu menandakan bahwa Raja Salman beserta keluarga merasa nyaman menikmati liburan di sini,” ujar Cok Bagus Pemayun.

Cok Pemayun meyakini, kunjungan Raja Salman merupakan promosi gratis dan mampu mendongkrak citra pariwisata Bali di mata dunia internasional, khususnya negara-negara kawasan Timur Tengah. Pada bagian lain, Cok Bagus Pemayun menerangkan bahwa Arab Saudi merupakan pangsa pasar potensial bagi Pariwisata Bali.

Wisatawan Arab memiliki daya beli cukup tinggi yaitu rata-rata mencapai USD 1.800. Daya beli wisatawan Arab ini lebih tinggi dari rata-rata wisatawan dunia yang dicatat UNWTO yaitu sebesar USD 1.200. Selain dikenal dengan daya belinya yang tinggi, periode tinggal saat berwisata juga paling lama yaitu mencapai 10,08 hari. “Mereka biasanya berlibur saat musim haji dan musim panas,” ujar Cok Bagus Pemayun.

Cok Pemayun menyampaikan jumlah kunjungan Wisatawan Arab Saudi ke Bali mengalami peningkatan cukup signifikan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. “Peningkatannya rata-rata 38,37 persen yaitu dari 2.860 wisatawan di tahun 2012 menjadi 10.243 orang pada tahun 2016,” papar Cok Bagus Pemayun.*