Pengurangan Alokasi Dana Pilgub Bali

    Kundur News – Denpasar – Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengapresiasi keputusan DPRD Bali untuk mengurangi anggaran Pemilihan Umum Gubernur yang akan diadakan tahun depan. Anggaran yang diajukan oleh KPUD Bali awalnya 229 miliar menjadi 155 miliar. Sedangkan anggaran Badan Pengawasan Pemilu yang awalnya 52 miliar menjadi 39 miliar. Apresiasi tersebut disampaikan Pastika saat menghadiri Rapat Kerja DPRD Provinsi Bali bersama dengan Gubernur Bali, di ruang rapat utama, Kantor DPRD Bali, Denpasar, Kamis (9/11).

    Pegurangan dana tersebut dinilai positif dalam upaya efisiensi penggunaan APBD. “Kita bisa menghemat di beberapa kesempatan, misalnya sosialisasi bisa gunakan gedung kita seperti Wiswa Sabha Utama, atau Wantilan DPRD, kantor KPU, kan bisa diundang peserta pemilu, terus makanan rapat juga bisa minta di kita, jadi tidak perlu sosialisasi di hotel. Mari kita pelajari kembali satu demi satu mana yang bisa dikurangi,” ujar Pastika.

    Pastika juga mengapresiasi langkah dewan yang membandingkan anggaran pelaksanaan Pilgub Bali dengan draft anggaran dari Provinsi lain seperti NTB. “NTB wilayah jangkuannya lebih sulit, jumlah penduduk juga lebih banyak, dananya cuma ngabisin sekitar 136 miliar,” papar Pastika kepada awak media.

    Mengenai usulan anggota Dewan untuk melirik sektor lain selain Pariwisata agar menunjang perekonomian Bali, Pastika juga mengapresiasi. Ia menyatakan sedang berusaha menggenjot sektor pertanian sebagai pendukung daya tarik wisata. “Idealnya seperti Desa Wisata, jadi sawah-sawah bisa dijadikan tontonan untuk mendukung Pariwisata, petani pun bisa menikmati buah pariwisata itu sendiri,” jelasnya.

    Namun Ia juga menyatakan saat ini banyak masyarakat yang enggan menjadi petani, sehingga banyak lahan terlantar, untuk itu Ia meminta semua memikirkan bersama cara pemecahannya.

    Hal lain yang menyita perhatian adalah tentang ternak sapi Bali yang diharapkan bisa bersaing di pasar internasional seperti wagyu dari Jepang. Menurut Pastika hal itu agak sulit karena tipe sapi Bali adalah tipe sapi pekerja bukan pakan, jadi memang kurang diminati. Akan tetapi Ia mangaku akan memikirkan untuk mensiasati agar bisa bersaing di pasar Global.

    Pada kesempatan itu, Pastika juga meminta persetujuan dewan untuk menggunakan anggaran APBD untuk membeli alat radioterapi, demi mempercepat terwujudnya RSUD Bali Mandara menjadi Pusat Kanker di Indonesia Timur.

    Karena menurutnya saat ini alat tersebut hanya ada di Sanglah namun tidak efektif karena tidak canggih dan antrean pasien kanker untuk mendapatkan layanan tersebut semakin membludak.

    RSUD ini adalah bentuk pelayanan terhadap masyarakat, agar masyarakat terkena kanker bisa mendapatkan pelayanan yang cepat dan benar,” tandasnya dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Bali Nyoman Sugawa Korry.*

    BACA: Bersama IWO Pemilukada di Sulsel Akan Berjalan Tanpa Hoax