penangkapan-46,5 kg-sabu
penangkapan-46,5 kg-sabu

Kundurnews – Direktorat Polair Polda Riau bekerjasama dengan Polisi Malaysia dalam pengawasan barang ilegal melalui jalur Selat Malaka. Pengawasan paling ketat soal masuknya narkoba dari negeri jiran ke Indonesia.

Penandatanganan kerja sama ini dilaksanakan di perairan Gosong Robroy di Selat Malaka, Malaysia, Senin (21/11). Kepolisian kedua negara sepakat berpatroli bersama dalam mengawasi masuknya barang ilegal dari malaysia dan Indonesia.

Penandatanganan ini dihadiri Kepala Marine Wilayah Dua Johor Malaysia ACP Poul Khiu Khon Chang yang didampingi ASP Nordin Ketua Polisi Marine Muar. Sedangkan dari Ditpolair Polda Riau dihadiri Wakil Direktur Polair Polda Riau AKBP Ignatius Suprapto, AKBP Muji Suprianto, Kapolres Bengkalis AKBP Hadi Wicaksono dan Kasat Polair Polres Bengkalis beserta Kasat Polair Polres Dumai.

BACA :  Lima Pengedar Narkoba Dimankan Satresnarkoba Polres Karimun, Ada Transaksi Barter Narkoba Antara Shabu Dengan Ganja

Wadir Polair Polda Riau AKBP Ignatius Suprapto mengatakan, mudahnya akses transportasi antara Malaysia dengan Indonesia yang hanya beberapa jam perjalanan membuat banyak tindak pidana yang terjadi. Seperti kejahatan human trafficking, penyelundupan bawang merah, dan lainnya.

“Selain trafficking, yang menjadi antisipasi adalah penyelundupan narkoba, kemaren kita juga sudah berhasil menangkap, dan masalah ini akan kita kembangkan terus dan kerjasama dalam pelaksanaan tugas ini kita akan lebih mudah dengan akses-akses apa yang kita perlukan agar saling mendukung antara Malaysia dan Indonesia,” ungkap Ignatius dalam siaran persnya yang diterima, Selasa (22/11) dilansir detikcom.

Polres Bengkalis juga dilibatkan dalam kerjasama ini karena posisinya yang langsung berbatasan dengan wilayah Indonesia dan Malaysia.

BACA :  Miliki 10 Paket Sabu-sabu, Pria Rohil Diringkus Polisi

“Kita melakukan rendezvous (pertemuan) ini dalam setahun sekali, kemudian kita juga melaksanakan publikasi informal yang selama ini masih terjalin sangat bagus seperti penangkapan speed boad Tiger Johor yang dicuri dan masuk wilayah Bengkalis lalu diamankan. Kita hari ini sebenarnya melakukan penyerahan speed boad Tiger Johor itu, karena cuaca maka itu kita tunda,” katanya.

Sementara itu, ACP Poul Khiu Khon Chang mengapresiasi kerja sama ini dan diharapkan dapat membuahkan kesejahteraan rakyat Indonesia dan Malaysia.

“Dalam konteks kerja sama ini, itu dalam semua bidang yang terutama sekali dalam menguat undang-undang yang berkaitan dengan kejahatan di perbatasan saya memberi contoh seperti aktivitas penyelundupan Narkoba, dan kita menangani secara bersama-sama yaitu melaksanakan patroli bersama maupun kerja sama yang lain” katanya.

BACA :  Polisi Tangkap Dua Pelaku Narkotika di Jalan Pertambangan Karimun

Terkait banyaknya narkoba diselundupkan dari Malaysia, Paul Khiu mengatakan peredaran itu bisa datang dari negara mana pun.

“Jadi kita akan tangani secara bekerjasama dengan pihak terkait dan juga kolaborasi-kolaborasi itu antara instansi yang terkait,” ujarnya.*