Kundurnews – Sebuah tabung gas ukuran 3 kilogram meledak di Jalan Kali Baru Timur RT 4 RW 9 No 14 Kelurahan Utan Panjang, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (21/9), sekitar pukul 16.30 WIB. Seorang bayi di bawah tiga tahun (Batita) turut menjadi korban dalam peristiwa tersebut, yaitu TP (2 tahun).

“Tadi sore ada ledakan gas, tadi ada bayi juga yang jadi korban,” kata Kapolsek Kemayoran Kompol Adri Desas Furyanto saat ditemui di sela-sela sidang kopi sianida di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kemayoran, Rabu (21/9), malam.

Adri mengatakan, luka bakar yang dialami bayi tersebut diperkirakan 30 persen. Menurut dia, kejadian tersebut diketahui sekitar pukul 17.40 WIB setelah dilaporkan oleh warga. “Korbannya semua ada enam dengan yang bayi itu,” ucap dia.

Adri kemudian merinci kondisi lima korban lainnya selain bayi tersebut. Kelimanya yaitu ED (60) mengalami luka bakar 60 persen, kemudian WRD (18) mengalami luka di kaki karena meloncat dari lantai dua, dan YSF (50) mengalami luka bakar 80-90 persen. “Sedangkan YN usia 25 tahun luka bakar 40 persen dan DJ yang usianya 60 tahun luka bakar 70 persen,” kata Adri.

Menurut Adri, peristiwa tersebut bermula saat korban ED membeli tabung gas. Namun, ketika ingin dipasang oleh YSF gas tersebut langsung meledak sesaat setelah kompor dinyalakan. Hal itu disebabkan karena selang legislator yang dipasang bocor.

“Gas yang ada di ruangan terbakar dan membakar para koban dan api padam, sehingga mengakibatkan enam orang itu terluka bakar,” ujar dia.

Tidak hanya itu, kata Adri, sebagian bangunan rumah korban ED pun mengalami kerusakan pada kaca jendela bagian depan dan kaca lemari makan. “Untuk sementara para korban dibawa ke Rumah Sakit Islam Cempaka Putih. Untuk barang bukti (tabung gas 3 kilogram) diamankan ke Polsek Kemayoran guna penyidikan lebih lanjut,” kata Adri.