Kundurnews – Jakarta –Wakapolri Komjen Syafruddin menyebut Indonesia sebagai negara paling aman di dunia. Sebab kondisi ekonomi dan keamanan Indonesia saat ini relatif stabil.

Namun ia menegaskan, kewaspadaan terhadap segala hal yang berpotensi menimbulkan konflik tetap harus ditingkatkan. Sebab kondisi keamanan secara global sangat dinamis.

“Saya sampaikan tadi kepada jamaah bahwa Indonesia adalah negara teraman di dunia. Walaupun demikian kita harus waspada,” kata Syafruddin di gedung Dewan Dakwah Islamiyah, Jl Kramat Raya 54, Jakarta Pusat, Jumat (21/10).

Syafruddin memang melaksanakan salat Jumat di Masjid Al-Furqan yang berada di dalam kompleks gedung Dewan Dakwah Islamiyah. Dia kemudian berdialog dengan pengurus yayasan dan para jemaah yang hadir. Menurut Syafruddin, kegiatan semacam ini telah menjadi agenda rutin bagi dirinya untuk menyapa warga.

Kembali ke kondisi keamanan, mantan Kepala Lemdikpol ini menjelaskan, saat ini kondisi perekonomian di berbagai belahan dunia sedang tidak stabil. Hal itu berpengaruh besar terhadap stabilitas keamanan masing-masing negara.

“Kondisi global tidak menentu sekarang. Di berbagai belahan dunia, terutama di Eropa, Asia, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, kan kondisi ekonomi dan keamanan banyak yang tidak stabil,” urainya.

Meski menyebut NKRI aman, Syafruddin menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap aksi teror tetap harus ditingkatkan. Apalagi saat ini yang menjadi sasaran teror justru pihak keamanan yang di antaranya adalah Polri.

Termasuk soal data 34 titik ancaman teror di Indonesia yang didapat Australia Broadcasting Corporation (ABC), Syafruddin menilai itu adalah isu global. Polri sudah lama mengantisipasi isu-isu semacam ini, terlebih sejak kejadian teror di Starbucks Thamrin.

“Sudah lama kita antisipasi,” ujarnya.

 

(Detik.com)