Kundur News – Ini cerita tentang mitos Masjid Tiban yang dipercaya masyarakat dibangun dengan mengerahkan jin. Seperti kisah Bandung Bondowoso yang membangun candi Roro Jonggrang dalam tempo semalam, kisah Masjid Tiban ini juga dibumbui dengan cerita pengerahan jin saat proses pembangunan.

Misalnya pembangunan Masjid Tiban di Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang diyakini dibangun dalam tempo cepat. Oleh sebab itu, masjid sekaligus Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri’asali Fadlaailir Rahmah, itu diyakini dibangun oleh ribuan pasukan jin.

Masjid itu dipercaya ‘tiba-tiba’ muncul di tengah pemukiman yang padat penduduk. Konon masyarakat sekitar juga tidak pernah mengetahui aktivitas pembangunannya. Selain Masjid Tiban di Turen, Malang, cerita Masjid Tiban juga ada di beberapa daerah lain, misalnya di Blitar dan Wonogiri.

Berikut ini 4 Masjid Tiban di Indonesia yang diyakini masyarakat dibangun dengan mengerahkan jin:

 

1. Masjid Tiban Wonogiri

Masjid Tiban ini berada di Desa Sendangrejo, Kecamatan Baturetno, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Masjid ini bernama Masjid Tiban Wonokerso. Masjid Tiban ini sekaligus menjadi masjid tertua di Kabupaten Wonogiri. Letaknya sekitar 40 kilometer arah selatan ibu kota Kabupaten Wonogiri.

Masjid ini diyakini didirikan para wali. Bahkan keberadaannya juga dipercayai lebih tua dibandingkan dengan Masjid Agung Demak. Sebab, lebih dulu ada sebelum masjid legendaris karya para wali di Demak itu dibangun.

Masjid Tiban Wonokerso, ini konon juga dijadikan maket sebelum menentukan bentuk, wujud, dan prototipe bangunan Majid Agung Demak. Dalam buku Sekitar Wali Sanga, karya Solichin Salam (penerbit Menara Kudus), ada beberapa versi tentang tanggal dan tahun pendirian Masjid Demak. Ada yang menyakini dibangun Kamis Kliwon malam Jumat Legi, 1 Dulqoidah Tahun Jawa 1428.

Versi lain menyebutkan, dibangun tahun Saka 1388 sesuai dengan candrasengkala ‘Naga Salira Wani’, serta sesuai gambar petir di pintu tengahnya. Pendapat lain menyebutkan, itu didirikan pada tahun Saka 1410, berdasarkan gambar bulus di dalam masjid.

Jauh waktu sebelum pendirian Masjid Demak, Masjid Tiban Wonokerso telah lebih dulu ada. Menurut legenda, masjid itu ditemukan pertama kali oleh Ki Ageng Tugu (Tuhu) Wono, tatkala membuka rimba di wilayah Sembuyan (Wonogiri selatan), untuk dijadikan tanah perdikan.

Waktu itu, Kiai Ageng Tuhu Wono, dibantu Kia Ageng Serang dan Kiai Gozali, beserta para pengikutnya. Betapa takjub, ketika membuka rimba Sembuyan, ditemukan masjid model rumah panggung terbuat dari kayu jati. Penemuan yang tiba-tiba ini, menjadikan masjid itu kemudian dinamakan Masjid Tiban (tiba-tiba ada).

2. Masjid Tiban Temenggung Blitar

Menurut cerita tutur masyarakat setempat, Masjid Temenggung Blitar ini pertama diketahui saat peristiwa pembabatan hutan. Warga Dusun Gembong, Desa Temenggung, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, Jatim, menyebutnya sebagai Masjid Tiban.

Saat pembabatan hutan itu, tiba-tiba saja masjid tersebut ada di salah satu sudut desa mereka tanpa sempat diketahui proses pembuatannya.

Bahkan banyak pula yang menganggap masjid ini runtuh dari langit. Tepatnya, turun dari langit, dan jatuh di salah satu sudut Dusun Gembong, Desa Temenggung, Kecamatan Udanawu.

Keberadaan masjid itu cuga dikaitkan dengan cerita Abdullah Islam, ulama yang disebut-sebut sebagai wali oleh masyarakat setempat. Itulah sebabnya, Abdullah Islam pun semasa hidupnya akrab disapa masyarakat setempat sebagai Mbah Wali.

Di Kabupaten Blitar dan sekitarnya, masjid tiban di Dusun Gembong ini populer dengan sebutan Masjid Kuno. Pihak Pemda setempat mengiventarisir masjid itu sebagai cagar budaya yang perlu dilindungi. Masjid ini juga ramai menjadi tempat wisata masyarakat di sana.

 

3. Masjid Tiban di Probolinggo

Di Probolinggo juga ada cerita Masjid Tiban, yakni Masjid Jamik Tiban Babussalam yang berada di Kota Probolinggo. Masjid yang konon pernah menjadi tempat persinggahan Syekh Maulana Ishaq ini berdiri dengan megah secara tiba-tiba. Bukan hanya itu, air sumur di area masjid ini pun dipercaya membawa berkah untuk kesembuhan penyakit.

Dikutip dari situs www.nu.org, Masjid Jamik Tiban Babussalam yang terletak di Jalan Raya Soekarno Hatta Kota Probolinggo ini berada di dekat jalur kereta api. Jadi setiap pengunjung yang datng harus ekstra hati-hati karena melintasi rel kereta api.

Masjid ini juga ditemukan warga saat membersihkan rimbunan pohon. Ketika warga membuka hutan, tiba-tiba menemukan masjid ini dan memberi nama Masjid Tiban. Masjid Tiban di Kota Probolinggo adalah sebuah masjid yang ukurannya tidak terlalu besar. Atap masjid berbentuk prisma dengan ketinggian sekitar 8 meter di atas permukaan tanah.

Sedangkan luasnya hanya sekitar 10 kali 10 meter persegi. Sementara atap masjid disanggah dengan empat kayu jati yang usianya sudah mencapai ratusan tahun.

Menurut cerita masyarakat setempat, Masjid Tiban ini dibangun oleh pengikut Syekh Maulana Ishaq atau Sunan Giri pada abad ke 14 Masehi. Pembangunan masjid ini dilakukan untuk mengenang perjalanan Syekh Maulana Ishaq yang juga salah satu wali dari sembilan wali dalam menyebarkan agama Islam di tanah Jawa ini.

Di belakang masjid terdapat petilasan Syekh Maulana Ishaq yang hingga kini sering menjadi tempat orang memanjatkan doa. Di halaman belakang ini pula terdapat batu yang menjadi altar bagi Syekh Maulana Ishaq saat berdakwah kepada pengikutnya.

 

4. Masjid Tiban di Turen, Malang

Terakhir adalah Masjid Tiban di Kecamatan Turen, Malang, Jawa Timur. Konon, masjid sekaligus Pondok Pesantren Salafiyah Bihaaru Bahri’asali Fadlaailir Rahmah ini diyakini dibangun oleh ribuan pasukan jin. Masjid itu dipercaya ‘tiba-tiba’ muncul di tengah pemukiman yang padat penduduk.

Masyarakat di sekitar masjid juga tidak pernah mengetahui aktivitas pembangunan masjid tersebut. Karena itu, Masyarakat sekitar kemudian menyebut sebagai Masjid Tiban, artinya masjid yang muncul secara ajaib, tiba-tiba dan bernuansa kegaiban.

Bahkan diyakini dibangun dalam waktu satu malam. Lokasi masjid tepatnya di Jalan KH. Wahid Hasyim Gang Anggur Nomor 10, RT 07/RW 06 Desa Sananrejo, Turen, Kabupaten Malang, sekitar 40 kilometer dari Kota Malang.

Cerita dari mulut ke mulut semakin menguatkan kepercayaan kalau masjid megah berlantai 10 itu dibangun oleh tentara jin. Pengunjung berdatangan dari berbagai penjuru daerah, meyakini kalau proses pembangunannya hanya dikerjakan dalam waktu satu malam. Mereka berduyun-duyun ingin melihat langsung bangunan tersebut.

“Isunya dari masyarakat memang begitu dibangun dalam waktu satu malam. Orang-orang yang tinggal di sekitar masjid tidak mengetahui adanya aktivitas alat berat. Bangunan besar berlantai 10, tentu menggunakan crane atau molen pengaduk semen. Tetapi tidak pernah terlihat sampai sekarang,” kata Arif Maulana, seorang pekerja asuransi yang berkunjung bersama teman sekantornya dari Kediri karena penasaran, Minggu (11/01).

 

 

(merdeka.com)