Salah satu bangunan rumah pada program rehab rumah Kementrian PUPR, di Dwikora Tanjungbatu.
Salah satu bangunan rumah pada program rehab rumah Kementrian PUPR, di Dwikora Tanjungbatu.

Karimun – Sebagai pendamping bantuan pembangunan rehab rumah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang diluncurkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Karimun akan segera ke Kundur untuk melihat langsung progres pembangunan rehab rumah tersebut.

Hal itu juga dalam upaya mencarikan solusi terhadap keluhan pembangunan rehab yang berada di RT 002 RW 004, Dwikora, Tanjungbatu.

“Kami bersama tim teknis, bersama kabid, besok akan turun ke lapangan, untuk melihat langsung permasalahan yang ada, kemudian mencoba untuk mencarikan solusinya,” ujar Pelaksana Teknis Lapangan, Dinas Perkim Karimun, Yulia melalui selurer, Sabtu (27/10/18).

Ditegaskannya, pihak Kabupaten Karimun tidak melakukan penyaluran pada program bantuan merehab rumah masyarakat tersebut, melainkan sebagai pendamping hingga terlaksananya pembangunan pada Program BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya), Kementrian PUPR.

BACA :  Program Rehab Rumah Layak Huni Di Dwikora, Pengelola Disebut Celat Anggaran Belanja Bangunan

“Jadi kita di Kabupaten ini sifatnya sebagai pendamping dalam melengkapi apa yang menjadi kekurangan. Karena Program BSPS langsung ke pihak penerima bantuan, dalam bentuk tunai yang langsung ke pihak penyedia barang yang telah ditunjuk sendiri, seperti ke toko-toko,” kata Yulia.

Dikatakannya juga program bantuan tersebut konsepnya merehab rumah, dimana masyarakat juga dilibatkan ketika memugar tempat tinggalnya.

“Harus juga ada kemampuan dan keinginan masyarakat itu sendiri untuk memperbaiki rumahnya itu, umpama awalnya rumahnya terbuat dari kayu kemudian mau direhab menjadi semi permanen, karena inikan program rehab,” pungkas Yulia.*