Program-Wajib-Belajar-wajar-sembilan-tahun

Kundur News – Wonogiri – Gagalnya pelaksanaan program pendidikan wajib belajar (wajar) sembilan tahun di Kabupaten Wonogiri, dibuktikannya dari ribuan anak lulusan Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten itu, tidak meneruskan pendidikannya ke jenjang SMP.

”Kalau itu betul, ini menjadi PR kita semua, yang perlu segera dicarikan solusinya, melalui pencermatan dan kajian secara komprehensif,” tegas Ketua Komisi IV DPRD Wonogiri, Sriyono yang dilansir suaramerdeka. Sebab, tambah Sriyono, jumlah murid SD di Kabupaten Wonogiri yang tahun ini tidak meneruskan sekolah, jumlahnya cukup besar, mencapai sebanyak 3.551 anak.

Jumlah angka anak putus sekolah ini, merupakan selisih dari jumlah lulusan SD di Wonogiri yang tahun ini ada sebanyak 13.323 anak, dengan jumlah yang meneruskan ke jenjang pendidikan SMP. Yang melanjutkan pendidikannya ke SMP hanya sebanyak 9.772 anak saja. Yang tidak meneruskan sekolah ke SMP mencapai 3.551 anak atau sebanyak 26,65 persen.

Adanya ribuan anak lulusan SD yang tidak meneruskan ke bangku SMP ini, menjadi salah satu indikasi kemunduran pelaksanaan program pendidikan di Kabupaten Wonogiri, utamanya untuk pelaksanaan program wajar sembilan tahun. Dalam program wajar sembilan tahun ini, mewajibkan anak minimal harus lulus jenjang pendidikan SMP. Yang lama pendidikan untuk lulusan SMP, ditempuh dalam kurun waktui 9 tahun, yakni enam tahun di bangku SD, dan kemudian tiga tahun di bangku SMP.

Menyikapi temuan banyaknya anak lulusan SD yang tidak meneruskan ke jenjang SMP, Komisi IV DPRD Wonogiri berencana untuk mendatangkan Kepala Dinas P dan K Kabupaten Wonogiri bersama jajaran terkait, untuk duduk bersama dalam upaya mencarikan solusinya. ”Sebab kalau alasan tidak meneruskan karena faktor ekonomi, saya rasa tidak mungkin. Karena tahun depan Bupati Wonogiri akan menggratiskan biaya sekolah bagi semua murid di jenjang pendidikan dasar, mulai dari SD sampai SMP,” tegas Sriyono.

Kekurangan Murid

Temuan ribuan murid lulusan SD yang tidak meneruskan ke jenjang SMP ini, awalnya ditandai dengan banyaknya SMP Negeri di Kabupaten Wonogiri yang kekurangan calon murid. Pasalnya, selama pelayanan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tahun pelajaran 2017/2018, banyak SMP Negeri yang kekurangan pendaftar dan gagal memenuhi kuota penerimaan calon siswa baru.

Kepala Diunas P dan K Wonogiri, Siswanto, melalui Kabid Pendidikan Dasar Dinas P dan K Wonogiri, Suwanto, menjelaskan, Kabupaten Wonogiri memiliki 78 SMP Negeri. Dalam PPDB yang telah digelar, banyak SMP Negeri yang kekurangan pendaftar. Penyebabnya, karena pada tahun ini, hanya ada 9.772 anak dari total lulusan SD sebanyak 13.323 anak, yang mendaftarkan ke jenjang SMP.

Suwanto menyatakan, akan melakukan validasi data PPDB lagi, mengingat masih ada beberapa SMP Negeri di Wonogiri, yang belum melaporkan hasil PPDB terkininya. Termasuk sejumlah SMP Negeri di Wonogiri, yang berupaya memperpanjang pelayanan PPDB, guna mengejar terpenuhinya kuota rekrutmen calon murid baru.

Kata Suwanto, ada lima dari 78 SMP Negeri di Wonogiri yang sampai saat ini belum melaporkan perkembangan terkininya tentang PPDB. Kelima SMP tersebut, terdiri atas SMP 4 Selogiri, SMP 3 Satu Atap Tirtomoyo, SMP 2 Giritontro, SMP 3 Sidoharjo dan SMP 2 Slogohimo.

 

(suaramerdeka)