Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bergerak cepat merespons perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi), menerapkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang sama di seluruh Indonesia.

Harga BBM yang harus sama adalah premium dan solar. Perintah Jokowi itu dijawab dengan terbitnya Permen ESDM No 36 tahun 2016, tentang percepatan pemberlakukan satu harga jenis BBM tertentu dan penugasan.

Aturan ini ditandatangani Menteri ESDM Ignasius Jonan pada 11 November dan berlaku 1 Januari 2017. Sujatmiko, Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerjasama Kementerian ESDM mengatakan, perusahaan penyaluran BBM, termasuk penugasan akan ikut mengimplementasikan aturan tersebut.

Jadi, aturan ini tidak hanya dijalankan BUMN, dalam hal ini Pertamina, tapi juga perusahaan lain. Saat ini Pertamina mendapat penugasan menyalurkan 688.000 kiloliter (kl) premium penugasan dan 15,7 juta kl solar subsidi.

Sementara PT AKR Corporindo Tbk mendapat tugas menyalurkan solar 300.000 kl. “Pak Menteri bilang ini berlaku untuk seluruh perusahaan penyalur BBM penugasan, tidak hanya BUMN saja yang menerapkan satu harga,” kata, dia kepada KONTAN, Kamis (17/11).

Dia mengatakan, efek beleid ini pada harga logistik. Jadi, memungkinkan konsumen membeli barang dengan harga sama di seluruh wilayah.

Selain Pertamina, yang menyalurkan BBM penugasan, ada PT AKR Corpindo Tbk. Wianda Pusponegoro Vice President Corporat Communication Pertamina mengatakan, manajemen Pertamina menyambut baik kehadiran permen itu.

Bahkan pihaknya sudah menerapkan harga BBM satu harga di beberapa wilayah, jauh sebelum Permen ESDM terbit Pertamina sudah melaksanakan BBM satu harga di Papua dan Papua Barat, serta di Kabupaten Krayan, Kalimantan Utara.

“Selanjutnya akan kami bangun 22 agen premium dan minyak solar di Maluku Utara dan beberapa wilayah lain di Papua,” ujarnya.

Sementara itu, Suresh Vembu, Direktur AKR Corpindo Tbk mengaku siap menerapkan aturan tersebut. Saat ini, pihaknya masih mempelajari dan mencoba menemukan skema pas untuk menghindari skema kerugian.

AKR akan mengikuti aturan pemerintah. Apalagi wilayah AKR tidak sebesar Pertamina. “Kami siap mendukung kebijakan pemerintah menerapkan satu harga di seluruh Indonesia. Kami masih menunggu regulasi dan studi mengenai skema yang pas. Tetapi secara overall kami siap,” ujarnya ke KONTAN, Kamis (17/11).

AKRA memiliki tangki penyimpanan dan fasilitas di Jawa, Sumatra, Bali, Kalimantan dan Sulawesi. Dengan management logistic cost, AKR masih memungkinkan memberikan BBM satu harga.

Dia berharap, dengan melakukan management cost berimbas pada pendapatan. fasilitas SPBU AKR mencapai 129 unit, di Jawa ada di 55 lokasi, Sumatra 41 lokasi, Kalimantan 32 lokasi, Bali satu lokasi. Selain solar penugasan AKR menjual produk setara Pertamax bernama AKR 92.*

 

 

(kontan.co.id)