kapal-tenggelam-ilustrasi
kapal-tenggelam-ilustrasi

Kundurnews – Karimun. Diduga kapal dihantam badai saat kondisi cuaca esktrim menghantam perairan Kabupaten Karimun, Kepri kemarin. Sebuah kapal viber GT 3 dengan mesin dalam 4D30 merek Mitsubishi tenggelam di sekitar perairan Pulau Pisang. Kejadian diperkirakan terjadi pada Rabu (21/9) sore sekitar pukul 16.30 Wib.

Kapal tersebut berangkat dari Meral sekitar lima hari lalu untuk menjaring ikan. Kapal yang di tumpangi Acai Belang (50) serta dua anaknya Cia Cong (14) dan Ciakang (12) didapati baru saja dari Selat Panjang usai menjual hasil tangkapan sebelumnya.

Atas kejadian tersebut Cia Cong berhasil ditemukan mengapung dengan memeluk bola Jaring, di sekitar perairan Takong Hiu atau berkisar 5 mile dari lokasi kejadian di perairan pulau Pisang sekitar pukul 17.00 Wib. Sementara bapak dan adiknya hingga kini belum berhasil ditemukan.

Adi yang sedang berlayar di perairan Takong Hiu sekitar pukul 17.00 Wib. Menemukan Cia Cong yang sudah dalam kondisi lemas tak berdaya. Adi pun langsung menghubungi nelayan Meral Abun untuk memberitahukan kabar duka tersebut.

Sekitar pukul 22.40 Wib Korban selamat berhasil dievakuasi melalui Pelabuhan Desa Pelambung, dan kemudian segera dilarikan ke RSUD untuk mendapatkan penanganan medis. Rombongan yang membawa korban tiba di RSUD sekitar pukul 23.00 Wib.

Sementata di RSUD, sejumlah kerabat dan teman-teman korban sudah ramai untuk melihat kondisi korban.

“Saya dapat kabar kapal mereka tenggelam dari Adi nelayan Meral juga, katanya ketemu Cia Cong mengapung dilaut dekat Takong Hiu. Dia sudah berangkat sekitar lima hari lalu lah, kemarin Senin (19/9) sore dia Acai Belang menelpon saya, katanya sudah sampai di Selat Panjang, dia mau jual ikan di sana, kemudian baru cari ikan lagi dan selanjutnya balik Karimun,” ujar Abun.*

Belum ada informasi terkait keberadaan Acai Belang dan satu anaknya Cia Kang yang masih berusia 12 tahun tersebut. Sementara anggota Tagana Karimun yang melakukan pencarian di lokasi tidak ada ditemukan tanda-tanda keberadaan korban.*