Home Featured Kecamatan Batang Tuaka Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran Hutan Dan Lahan

Kecamatan Batang Tuaka Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran Hutan Dan Lahan

0
Kecamatan Batang Tuaka Gelar Simulasi Penanganan Kebakaran Hutan Dan Lahan

Inhil – Pemerintah Kecamatan Batang Tuaka Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) menggelar simulasi penanganan kebakaran hutan dan lahan di Desa Sungai Rawa, Sabtu (1/10/22).

Kegiatan simulasi tersebut turut diikuti oleh Forkopimcam Batang Tuaka, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Inhil, RPK PT BDL, Masyarakat Peduli Api (MPA) se-kecamatan Batang Tuaka dan Kepala Desa se – kecamatan Batang Tuaka.

Camat Batang Tuaka Kabupaten Inhil Rahelmi menjelaskan bahwa, ada beberapa poin maksud dan tujuan dilaksanakannya kegiatan ini. Diantaranya adalah meningkatkan kapasitas MPA pada setiap desa Kecamatan Batang Tuaka, pengendalian kebakaran hutan dan lahan di unit kerja masing-masing dan lainnya.

“Intinya kami Forcopimcam Kecamatan Batang Tuaka terus berupaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan serata menyikapi kejadian karhutla di wilayah kerja, sehingga pihak managemen merasa perlu untuk meningkatkan kapasitas MPA pada setiap desa Kecamatan Batang Tuaka,” ucapnya.

Selain itu, ia menyampaikan kegiatan ini juga merupakan bentuk sinergitas antara forkopimcam, RPK perusahaan dan Masyarakat Peduli Api (MPA) terus digalakkan dalam rangka menjaga zero fire di wilayah Kecamatan Batang Tuaka. Dan menciptakan upaya kerjasama dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan di unit kerja masing-masing terutama di wilayah Kecamatan Batang Tuaka.

“Intinya, ini sebagai langkah antisipasi dini melakukan simulasi pengendalian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang mana hal tersebut menyikapi potensi Karhutla saat memasuki musim kemarau di Kecamatan Batang Tuaka. Untuk itu kami berharap dengan adanya simulasi ini, masyarakat lebih tahu bagaimana cara memadamkan api ketika terjadi Karhutla baik menggunakan air, alat pemadam api ringan (apar), maupun tangki air atau selang air di masing – masing desa sehingga lebih profesional dalam penanganan Karhutla,” imbuhnya

“Kemudian memberi edukasi langkah – langkah yang harus dilakukan masyarakat menjadi lebih tanggap apabila terjadi Karhutla, dapat memadamkan api secara mandiri sembari menunggu petugas pemadam kebakaran,” tambahnya.*