kualitas_wisatawan_yang_berkunjung_ke_bali_alami_penurunan
Turis di Bali

Kundur News – Denpasar – Berdasarkan evaluasi Bank Indonesia (BI) Wilayah Bali menunjukkan bahwa kualitas wisatawan yang berkunjung ke Bali mengalami penurunan. Penurunan tersebut salah satunya ditandai dengan penurunan tingkat pengeluaran wisman pada tahun 2016 sebesar $143,35/hari per orang dari $143,92/hari per orang pada tahun 2015.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali Causa Iman Karana dalam pidatonya saat pembukaan Seminar Desa Wisata di Denpasar mengatakan penurunan kualitas wisatawan mengindikasikan akan tendensi penurunan daya saing pariwisata di Provinsi Bali. Berdasarkan hasil survei dan liaison, beberapa pelaku usaha pariwisata mengkonfirmasi mulai berkembangnya destinasi wisata lainnya yang menjadi alternatif wisatawan.

Disamping itu, fokus pengembangan pariwisata yang berlokasi di Bali bagian selatan telah memberikan dampak pada masalah kemacetan dan sampah.

“Perkembangan pariwisata juga menghadapi tantangan oleh semakin meningkatnya transaksi online booking” kata Iman Karana

Menurut Iman Karana, pertumbuhan pariwisata Bali juga menghadapi beberapa tantangan, salah satunya belum adanya sinergi yang kuat antara pelaku usaha dengan pemangku kepentingan terkait dengan konsep pengembangan pariwisata di Bali yang bersifat integrasi dan holistik. “dibutuhkan inovasi untuk dapat mendorong perkembangan industri pariwisata Bali yang menunjukkan indikasi kejenuhan” ujar Iman Karana

Iman Karana menyampaikan salah satu inovasi yang dilakukan adalah pengembangan desa wisata di Provinsi Bali. Mengingat budaya merupakan daya tarik utama wisata Bali, maka dirasa tepat menjadikan desa wisata berbasis budaya sebagai inovasi pengembangan pariwisata di Provinsi Bali.

Iman Karana menambahkan dengan desa wisata yang berbasis pariwisata budaya, pengembangan desa wisata sendiri bertumpu pada lembaga tradisional Bali, khususnya desa adat.

Dukungan dan partisipasi dari desa adat dalam upaya pengembangan desa wisata tersebut diharapkan dapat menjadikan sumber pertumbuhan baru perekonomian baru khususnya dari industri pariwisata yang berasal dari desa serta dapat membangun kemandirian desa untuk dapat mengembangkan wilayahnya.*