Kundurnews – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menegaskan bahwa pola pembangunan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) telah menggunakan pola pendekatan Indonesia Sentris, atau menyebar ke seluruh Tanah Air. Konsep itu juga sudah diterapkan untuk membangun konektivitas internet.

“Kita harus berubah menjadi Indonesia Centris, tidak lagi Jakarta, atau Jawa Centris lagi,” tegas Rudiantara di depan peserta Diklatnas Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Gedung Panca Gatra Lemhannas Jakarta, Senin (10/10) yang dilansir laman beritasatu.com.

Menurut dia, saat ini, Jakarta sudah menjadi kota kedua setelah Singapura dari sisi kecepatan internet, yakni sekitar 7 megabyte per detik (Mbps). Namun, untuk daerah Papua dan Maluku, kecepatannya hanya 300 kilobyte per detik (Kbps). Hal tersebut tentu saja menjadi tidak fair, sehingga perlu adanya pemerataan.

“Oleh sebab itu, pemerintah melalui Program Palapa Ring akan membuat seluruh kabupaten dan kota di Indonesia akan terkoneksi internet tahun 2019,” paparnya, seperti dikutip kominfo.go.id.

Menkominfo pun mengajak pengusaha yang tergabung dalam Hipmi untuk bekerja sama guna membangun Indonesia. Pengusaha yang tergabung dalam Hipmi pun dimintanya untuk mendorong bupati dan walikota di daerahnya untuk kemudahan izin.

“Harus dihapus, pemikiran kalau bisa dipersulit kenapa harus dipermudah,” ungkap dia.

Rudiantara juga mengajak pengusaha yang tergabung dalam Hipmi untuk membangun Indonesia dengan meningkatkan peran daerah. Pemerintah beserta kementerian terkait dan pengusaha diharapkan mampu mewujudkan Visi Indonesia menjadi Ekonomi Digital Terbesar di Asia Tenggara pada 2020.

“Hal ini telah didukung oleh Peta Jalan e-Commerce yang mengusung tujuh isu dan 31 inisiatif yang akan segera disahkan,” jelasnya.