Asisten II Pemkab Karimun, Sensissiana memimpin rapat TPID di ruang rapat cempaka putih Kantor Bupati, Rabu (20/2)
Asisten II Pemkab Karimun, Sensissiana memimpin rapat TPID di ruang rapat cempaka putih Kantor Bupati, Rabu (20/2)

KARIMUN – Pemkab Karimun mulai bersiap-siap menghadapi bulan suci ramadhan yang tinggal dua bulan lebih lagi bakal kita jelang. Persiapan yang dimaksud adalah menyediakan bahan pokok terutama bumbu dapur, yang dinilai kerap langka di pasaran dan tak jarang harga yang melonjak.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Karimun, Affan mengatakan, persiapan yang dimaksud adalah mendata petani khususnya petani yang menanam cabe merah dan cabe rawit.

“Dua jenis bumbu dapur ini kerap langka dan kalaupun ada pasti harganya naik. Maka dari sekarang kita data dulu, setelahnya diminta untuk segera melakukan penanaman,” kata Affan saat menghadiri rapat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di ruang rapat cempaka putih Kantor Bupati, Rabu (20/2).

Dikatakan Affan, saat ini merupakan waktu yang tepat untuk melakukan penanaman cabe, sehingga saat memasuki bulan puasa dan hari raya Idul Fitri yang tinggal beberapa bulan lagi sudah bisa panen. Kemudian bisa dipasarkan, minimal dapat membantu menyediakan stok selain dari luar daerah yang memang dipasok oleh distributor.

Jumlah petani di Kabupaten Karimun saat ini yang terdata jika per kelompok tani ada 278 kelompok tani, tersebar di 12 Kecamatan se Kabupaten Karimun. Dari angka tersebut akan dipilah satu persatu kelompok tani yang fokus pada cabe merah dan cabe rawit.

“Segera didata dilapangan oleh tim penyuluh kita di setiap desa yang ada,” kata Affan lagi.

Menurutnya, memang sejauh ini kebutuhan pokok masyarakat Kabupaten Karimun didatangkan dari luar, mulai dari Sumbar maupun dari Jawa. Tapi tidak ada salahnya jika tetap menyediakan pasokan lokal, sehingga dapat membantu mencukupi kebutuhan dan membantu meningkatkan pendapatan petani.(*)