Home INHIL Advedtorial Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2022, Dihadiri Presiden RI, Gubernur BI Dan Kabinet Indonesia Maju

Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2022, Dihadiri Presiden RI, Gubernur BI Dan Kabinet Indonesia Maju

0
Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2022, Dihadiri Presiden RI, Gubernur BI Dan Kabinet Indonesia Maju

Kundurnews.co.id – Bupati Inhil, H. Muhammad Wardan yang diwakili Asisten II H. Mukhtar T menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI) Tahun 2022 di Aula Pertemuan BI Perwakilan Provinsi Riau Jl. Jenderal Sudirman Pekanbaru.

Mengangkat tema “Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju”, pertemuan ini juga dilaksanakan secara hybrid meeting yang dihadiri langsung oleh Presiden Joko Widodo, Gubernur BI Perry Warjiyo, para Pejabat Kabinet Indonesia Maju, serta para Bankir pelaku sektor keuangan lainnya.

Dalam arahannya, Gubernur BI Perry Warjiyo mengingatkan Indonesia harus mewaspadai lima potensi risiko global karena akan mempengaruhi stabilitas dan pemulihan ekonomi dalam negeri.

Lima risiko global ini meliputi pertumbuhan ekonomi yang menurun atau slow growth serta risiko resesi di Amerika Serikat (AS) dan Eropa yang meningkat. Kedua adalah inflasi yang sangat tinggi atau high inflation karena harga energi dan pangan global yang melonjak.

Ketiga, suku bunga yang tinggi bahkan The Fed Fund Rate bisa mencapai 5% dan tetap tinggi selama tahun depan. Risiko global keempat yang perlu diwaspadai adalah dolar AS yang sangat kuat sehingga menyebabkan tekanan depresiasi terhadap nilai tukar mata uang negara lain termasuk Rupiah.

Terakhir adalah penarikan dana oleh para investor global dan mengalihkannya ke aset likuid karena risiko tinggi.

Perry Warjiyo juga mengatakan, kondisi dunia yang sangat dinamis saat ini masih sangat ditentukan oleh perang Rusia dan Ukraina yang terus berlanjut. Selain itu, risiko lainnya juga muncul dari perang dagang Amerika Serikat dan China yang kembali memanas, jelasnya

Selanjutnya, Presiden Joko Widodo, juga menyampaikan bahwa, ke depan, kondisi global masih tidak pasti dan sulit untuk diprediksi. ‚ÄúPada tahun 2023 betul-betul kita harus hati-hati dan waspada tanpa mengurangi optimisme”, tambah Presiden Joko Widodo.

Ditambahkannya, dalam melakukan perumusan kebijakan, sinergi fiskal dan moneter perlu terus diperkuat agar kebijakan ekonomi nasional yang dihasilkan memberikan manfaat yang besar bagi rakyat dan negara dalam memperkuat ketahanan dan kebangkitan ekonomi nasional.*