Satu per satu borok di Tanjung Priok diungkap polisi

Kundur News – Jakarta – Pada Jumat (28/8) kemarin, direktorat tindak pidana ekonomi khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri dan Polres Pelabuhan Tanjung Priok melakukan penggeledahan di Kantor Pusat Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Penggeledahan terkait penyangkaan pencucian uang miliaran rupiah dengan predikat crime korupsi oleh pihak Pelindo II.

Dugaan korupsi berawal dari dugaan ketidaksesuain pengadaan 10 mobil Crane sejak tahun 2013, yang sampai sekarang tidak digunakan. Polisi mencium kasus korupsi ini mencapai Rp 4,5 M.

Akibatnya, sejumlah ruangan baik ruang penyimpanan dokumen atau pun komputer-komputer yang ada di beberapa ruangan diobok-obok petugas. Termasuk ruang kerja Direktur Utama Pelindo II, RJ Lino, di lantai tujuh kantor tersebut.

“Penggeledahan ini terkait pengadaan 10 unit mobil crane yang diduga sebagai penyangkaan pencucian uang dengan predikat crime korupsi. Kira-kira kalau khusus mobil crane itu sebesar Rp 4,5 miliar,” kata Dirtipideksus Bareskrim Polri, Brigjen Victor Edison Simanjuntak di Lobi Kantor Pusat Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (28/8).

Victor mengatakan, pengadaan mobil Crane itu merupakan kerjasama dengan perusahaan China. Dalam pengadaannya diperuntukkan buat delapan pelabuhan yaitu di Bengkulu, Teluk Bayur, Palembang, Banten, Pontianak, Panjang, Jambi dan Cirebon.

Namun, penggerebekan itu membuat Direktur Utama PT Pelindo II Richard Joost Lino geram. RJ Lino bahkan langsung melaporkan hal ini kepada Kepala Bappenas Sofyan Djalil, usai tahu kantornya digeledah.

Lewat sambungan telepon, dia meminta agar Sofyan melapor ke Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan persoalan ini segera. Jika tidak, dia mengancam bakal mundur dari Dirut PT Pelindo secepatnya.

“Ini contoh enggak baik untuk negeri ini. Kasih tahu Pak Presiden, kalau caranya begini saya berhenti saja besok,” kata RJ Lino kepada Sofyan Jalil via telepon di Kantor Pusat PT. Pelindo II, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (28/8).

RJ Lino mengaku menghormati tindakan kepolisian terkait penyelidikan itu. Namun dia merasa bingung lantaran sebelum penggeledahan dilakukan, dirinya tak pernah diperiksa maupun dipanggil.

“Polisi bilang Crane tidak digunakan? Siapa bilang? Lihat saja. Berfungsi kok. Kalian lihat ada di lapangan,” kata RJ Lino.

Sumber: Merdeka com