tenaga_kerja_asing_tka_ilegal_yang_ditangkap_di_tanjungbalai_karimun
Tenaga Kerja Asing (TKA) yang tertangkap petugas Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun

Kundur News. Karimun. Secara bertahap, rahasia dibalik perusahaan penambangan Timah lepas pantai yang selama ini aktif beroperasi di perairan Kundur – Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, dengan menggunakan Kapal Isap Produksi (KIP) Timah, ternyata Kapal Perusak ekosistem laut itu, telah memperkerjakan Tenaga Kerja Asing (TKA), secara ilegal.

Hal tersebut terbukti, setelah Petugas Kantor Imigrasi kelas II Tanjungbalai_Karimun Kepulauan Riau, mengamankan sebanyak delapan orang Warga Negara Asing, Thailand yang bekerja di Kapal Isap Produksi (KIP) milik PT.SK Sena Mining dan KIP GT 1 Mitra PT. Timah, di perairan Karimun.

BACA :  Diduga Tak Miliki Izin, Kapal Isap Timah Jihan Nabila Diminta Hengkang Dari Laut Sawang

BACA: 

Masyarakat Nelayan Resah, Kapal Isap Produksi (KIP) Timah, Marak Beroperasi di Laut Kundur

Tiga orang diantara WNA Thailand yang bekerja di PT.SK Sena Mining tersebut yakni,

Abduraheem Mahyeetae tempat tanggal lahir Yala 01 September 1972,No Paspor AA3754565,

Suchat Chomsuansawan tempat tanggal lahir Phitsanulok 14 September 1995 No Paspor AA5101539 dan

BACA :  Protes Atas Operasinya Kapal Isap Timah, Warga Ungar Dirikan Spanduk

Arhamadsunkiflee Jintra tempat tanggal lahir Yala 01 Maret 1973 No paspor AA6223303.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Tanjungbalai Karimun, Mas Ari mengatakan, ketiga warga negara Thailand itu diamankan oleh petugas imigrasi di sebuah rumah di Jalan Teluk Air No.20. Karimun

Rumah tersebut adalah tempat dimana oleh PT.SK Sena Mining dipergunakan sebagai kantor dan Mess pegawainya, WNA.

BACA :  Kapal Isap Timah Beroperasi Diduga Tanpa Sosialisasi, Masyarakat Sawang Selatan Ancam Turun Ke Kapal

WNA Asal Thailan yang bernama Abduraheem Mahyeetae, telah bekerja di Indonesia dari tahun 2010 dan pernah pernah menggunakan KITAS pada tahun 2013-2014 tanpa membayar pajak (DPKK), negara dirugikan Rp 101.400.000,-.Ke-halaman_selanjutnya

1
2
Previous articleMedia Berita Diharapkan Tak Beri Panggung Gerakan Intoleran
Next articleKetebatasan Biaya, Bocah Penderita Meningitis Bakteri di Bali Hanya Dirawat di Rumah