Peserta UKW, tim penguji dan Bupati Karimun, Aunur Rafiq, saat pembukaan pelaksanaan UKW di gedung Nasional Tanjungbalai Karimun, Jum'at (14/09/18).
Peserta UKW, tim penguji dan Bupati Karimun, Aunur Rafiq, saat pembukaan pelaksanaan UKW di gedung Nasional Tanjungbalai Karimun, Jum'at (14/09/18).

Karimun – Tim penguji Uji Kopetensi Wartawan (UKW) dari lembaga penguji Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, memberikan apresiasi kepada peserta UKW yang berlangsung selama dua hari di Karimun.

Salah satu dari tim penguji menuturkan, sejak dirinya bergabung dalam tim, peserta UKW di Kabupaten Karimun merupakan peserta terbaik, dari sisi kedisiplinan.

“Selama sekian tahun saya bergabung dalam tim penguji kopetensi wartawan, ada tiga tempat yang saya akui tingkat kedisiplinannya cukup bagus. Peserta UKW di Bandung, Pekanbaru, dan di Karimun ini menurut saya tingkat kedisplinannya sangat sangat baik. Dari awal sengaja saya perhatikan, sepanjang ujian berlangsung, memang lebih tertib, kemudian boleh dikatakan tidak ada yang melepaskan name badge, beda dari tempat-tempat lain” ujar Susilastuti saat memberikan sambutan di acara penutupan UKW Karimun, di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun, Sabtu (15/09/18).

Sebanyak 18 wartawan dari berbagai media yang telah mengikuti UKW yang ditaja oleh Ikatan Wartawan Online (IWO) Karimun, pada Jum’at dan Sabtu. Sebanyak 12 wartawan mengikuti ujian tingkat muda dan enam orang mengikuti tingkat utama.

Tim penguji mendapati separuh dari peserta diangap perlu mendapatkan bimbingan ekstra. Sehingga Tim UKW UPN Veteran yang diketahui sebagai tim dari tenaga pendidik jurusan Ilmu Komunikasi berpredikat ‘A’ itu sangat sesuai dalam melakukan binaan singkat, sehingga wajar membuat semua peserta wartawan menjadi sempoyongan.

Walau semua dinyatakan sukses menjadi wartawan, satu satunya tim penguji dari lembaga pendidikan yang telah ditunjuk oleh Dewan Pers itu, memberikan kesempatan bagi wartawan di Karimun untuk dapat mengadakan workshop di VPN Veteran Yogyakarta.

“Sehingga kita benar-benar menjadi seorang jurnalis yang mampu bersaing. Jadi luangkanlah waktu lebih kurang seminggu. Sehingga kita benar benar menjadi wartawan yang mampu bersaing, demi pembangunan Karimun,” harap Susilastuti.*