Kundur News – Denpasar – Generasi Muda Bali diingatkan untuk mewaspadai terhadap terjadinya degradasi pemahaman dan pengamalan empat pilar kebangsaan. Empat pilar kebangsaat tersebut yaitu Pancasila, UUD 1945, Kebhinekaan dan NKRI.

Peringatan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta saat membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) Pemuda Pancasila Provinsi Bali di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Denpasar, Sabtu (22/4).

Sudikerta mengungkapkan degradasi pemahaman dan pengamalan empat pilar kebangsaan menjadi pemicu munculnya perpecahan yang merongrong semangat persatuan dan kesatuan. Kalangan generasi muda diharapkan berada di barisan terdepan dalam upaya memperkuat pemahaman dan pengamalan empat pilar kebangsaan.

Pada bagian lain, Sudikerta menyambut positif pelaksanaan Muswil yang digelar  Pemuda Pancasila Provinsi Bali. Muswil merupakan kewajiban dalam sebuah institusi. “Ini merupakan momentum penting untuk melakukan evaluasi sistem, mekanisme dan program kerja organisasi,” papar Sudikerta.

Dalam memperkuat eksistensi organisasi, Sudikerta menekankan empat pilar yang perlu mendapat perhatian. Empat pilar tersebut antara lain penataan administrasi, manajemen keuangan, pengelolaan organisasi dan pengelolaan sumber daya.

Jika penguatan empat pilar itu dapat dioptimalkan, maka organisasi kemasyarakatan seperti Pemuda Pancasila bisa melaksanakan program kerja yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.waspadai_degradasi_pemahaman_dan_pengamalan_pilar_kebangsaan_2

Sementara itu, Ketua Majelis Pimpinan Wilayah Pemuda Pancasila Bali Made Ariandi menyampaikan bahwa Muswil merupakan amanat organisasi. Selain sebagai ajang evaluasi program yang telah berjalan, dalam kegiatan ini juga dilaksanakan penyusunan program dan pemilihan ketua periode selanjutnya.

Ariandi mengajak seluruh kader Pemuda Pancasila untuk meningkatkan peran aktif dalam pembangunan serta memperkokoh dasar negara Pancasila. Dalam kesempatan itu, dia juga mengutarakan keprihatinan atas munculnya gesekan di tengah masyarakat yang diakibatkan makin menurunnya pemahaman dan pengalaman nilai-nilai Pancasila. Kegiatan tersebut dihadiri pengurus dan anggota Pemuda Pancasila se-Bali.*