Kundur News.

SEKTOR wisata digadang-gadang menjadi andalan ekonomi masyarakat Kepri ke depan. Itu karena Kepri tak punya Sumber Daya Alam (SDA) dan industri di Kepri khususnya di Batam juga pasang surut.

Kepala Dinas Pariwisata Pemprov Kepri Guntur Sakti mengatakan, ada empat sumber pendapatan negara yang terbesar yakni, minyak dan gas (migas), Crude Palm Oil (CPO), batubara dan wisata.

Migas dan batubara merupakan Sumber Daya Alam (SDA) yang bakal habis. Sedangkan harga CPO saat ini terus anjlok. Sehingga, wisata menjadi andalan yang harus dipertahankan dan ditingkatkan.

Di Kepri, wisata menjadi unggulan pendapatan negara. Karena itulah, pemerintah pusat memberi perhatian penuh ke Kepri untuk membenahi sektor wisatanya dalam empat tahun terakhir ini.

Kepri merupakan penyumbang wisatawan mancanegara (wisman) terbesar ketiga di Indonesia setelah Bali dan Jakarta. Jumlah wisman ke Kepri tahun 2015 lalu sekitar 1,9 juta jiwa.

Dijelaskannya, pemerintah menetapkan wisata menjadi sektor keempat penerimaan terbesar karena pendapatan yang dihitung hanya dari pajak 10 persen saja baik itu pajak hotel, restauran dan hiburan.

Sebenarnya, uang yang beredar dari sektor wisata ini nilainya tak terhingga. Ia mencontohkan, seorang turis yang datang ke Kepri pasti naik pesawat atau feri.

Ongkos maupun pas masuk pelabuhan dan bandara tidak dihitung dalam pendapatan negara. Kemudian, turis ini juga menggunakan taksi atau transportasi lainnya, membeli barang elektronik, membeli suvenir, makanan, minuman dan biaya jasa lainnya.

Jumlah uang yang dikeluarkan satu orang turis, sangat besar. Semuanya, ini dinikmati langsung masyarakat apakah pemilik hotel, restoran, tempat hiburan, supir taksi, pedagang dan lainnya.

Usaha-usaha bidang kuliner, jasa, hotel dan sarana pendukung wisata lainnya membutuhkan karyawan yang banyak. Semua ini hidup karena sektor wisata tersebut.

”Sehingga, sektor wisata ini telah menyumbang banyak baik bagi pendapatan negara dan masyarakat langsung. Inilah yang harus kita tingkatkan agar menjadi portofolio atau andalan bisnis Kepri,” ujar Guntur via ponselnya, kemarin.

Namun, Guntur tidak memiliki data tranksasi berapa uang yang dikeluarkan satu orang turis.

”BPS (Badan Pusat Statistik) yang memiliki data itu. Biasanya, mereka menghitung sampai ke sana,” tambahnya.

 

(Tanjungpinangpos)