Kundurnews – Jakarta – Polri mengerahkan kekuatan 18 ribu personel polisi mengamankan aksi unjuk rasa Jumat 4 November. Ribuan polisi tersebut disebar di 27 titik rawan mulai di lokasi demo hingga pusat perkantoran dan perbelanjaan serta jalan umum.

“Titik-titik itu kita sudah stand by-kan personel berkaitan dengan Sispamkota (Sistem Pengamanan Kota), kalau ada hal-hal yang tidak diinginkan sehingga ketika harus dilakukan pergeseran pasukan kita akan cepat,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono kepada wartawan yang dilansir detikcom, Kamis (3/11/2016).

Awi mengutarakan, 18 ribu personel termasuk BKO Brimob dari luar Jakarta itu akan disebar di sejumlah titik rawan gangguan Kamtibmas. Seperti di titik aksi demo, kantor pemerintahan, pusat perbelanjaan, bandara, objek-objek vital dan lainnya.

“Misalnya di kantor Bareskrim di KKP, Istana Negara, Silang Monas, Balai Kota, Patung Kuda, DPR, Mal Atrium Senen, Pasar Tanah Abang, Mall of Indonesia Kelapa Gading, Depo Pertamina Plumpang, Bandara Soekarno-Hatta, dan lain-lain,” urainya.

Awi mengatakan, penyebaran anggota dilakukan untuk menjaga keamanan Ibu Kota selama aksi berlangsung. Pihak kepolisian juga telah menyiapkan strategi-strategi untuk pengamanan demo.

“Kami bertujuan agar menciptakan situasi yang kondusif, kita tidak mau underestimate, sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, semua skenario sudah kita siapkan,” ujarnya.