75_pengusaha_asing_di_singapura_diajak_investasi_ke_karimun
Sekda Karimun Muhammad Firmansyah saat menggelar presentasi dalam promosi Kabupaten Karimun di Hotel Pan Pacific, bersama kedatangan Kedubes Ri di Singapura, I Gede Ngurah Swajaya

Kundur News – Karimun – Sebanyak 75 pengusaha asing di Singapura dari berbagai perusahaan besar yang tersebar diseluruh negara diajak bertandang ke Kabupaten Karimun untuk berinvestasi.

Ajakan itu dilakukan langsung oleh Sekda Karimun Muhammad Firmansyah saat menggelar presentasi dalam promosi Kabupaten Karimun di Hotel Pan Pacific yang difasilitasi Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI) di Singapura, Kamis malam (27/4).

“Ini merupakan forum bisnis sebagai tindak lanjut dari kedatangan Kedubes Ri di Singapura, I Gede Ngurah Swajaya yang sempat bertandang ke Karimun baru-baru ini untuk melihat potensi Karimun,” ucap Firmansyah.

Alasan mengajak para pengusaha itu kata dia, melihat potensi Karimun yang menjanjikan dan letaknya sangat strateis, yakni berada di Selat Malaka, perairan tersibuk di dunia, yang dilewati sepertiga dari lalulintas pelayaran global, khususnya kapal-kapal perdagangan dari Asia Pasifik.

“Beberapa kawasan di Kabupaten Karimun masih sangat potensial untuk dikembangkan bagi kepentingan investasi di berbagai sektor, antara lain sektor industri dan manufaktur, belum lagi di sektor jasa dan pariwisata terdapat beberapa proyek strategis yang bisa dikembangkan, seperti Pongkar Resort Development, Pelawan Resort developmen, Karimun Golf Course dan Club Huse serta wisata alam gunung jantan.

Diluar kawasan FTZ beberapa wilayah dan pulau di Kabupaten Krimun juga sangat potensial untuk dikembangkan dan pulau tersebut juga telah diusulkan secara formal kepada pemerintah pusat untuk menajdi kawasan ekonomi khusus (KEK),” katanya.

Beberapa pulau yang diusulkan KEK adalah Pulau Asam, Puau Mudu, Pulau Tembelas, Pulau Parit, Pulau Tulang, Pulau Lumut, Pulau Papan, Pulau Durian Kecil serta kawasan Selat Beliah di Pulau Kundur yang cocok untuk pengembangan kawasn industri perdagangan, jasa dan juga destinasi paraiwisata.

Saat ini pula lanjut Firman, Kabupaten Karimun tengah merencanakan pembangunan kota pelabuan baru di Coastal Area, khususnya terminal feri berskala internasoonal terintegrasi serta kegiatan sosial masyarakt yang dikembang Panbil Group Indoensia.

Oleh karena itu, berdasarkan potensi tersebut Firman pun langsung mengundang para pengusaha khususnya yang ada di Singapura untuk berinvestasi di Karimun. Untuk itu Pemerintah Daerah akan menjamin kemudahan bagi seluruh proses administrai yang terkait dengan rencana investasi yang akan dilakukan.

“Pelayanan perizinan di Kabupaten Karimun saat ini sudah tersedia sistim pelayanan terpadu satu pintu. Kemudian Karimun sudah berstandar ISO 9001 tahun 2008 untuk soal perizinan,” jelas Firmanysah.*