Sekda Kepri TS Arif Fadillah
Sekda Kepri TS Arif Fadillah

TANJUNGPINANG – Seorang dewan hakim pada pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Kepri dinyatakan positif Covid 19. Dewan hakim yang dimaksud berasal dari Jakarta.

Tidak hanya terhadap dewan hakim tersebut, tapi dua pendampingnya juga dinyatakan terkonfirmasi covid, sehingga sudah ditangani medis di RSUP Kepri.

Sekda Provinsi Kepri, TS Arif Fadillah melalui rilis resminya menyebutkan, pelaksanaan MTQ Provinsi Kepri ke VIII diawasi oleh 200 petugas gabungan, dalam hal ini terdiri dari TNI dan Polri, Satpol PP dan anggota Gugus Tugas, yang bertugas menegakkan protokol kesehatan. Mereka bersikap humanis dalam menegakkan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan COVID-19.

Sehingga sebelum pelaksanaan MTQ Provinsi Kepri ke VIII digelar, terlebih dahulu dilakukan upaya screening terhadap seluruh orang-orang yang terlibat dalam kegiatan itu, seperti panitia penyelenggara, petugas gabungan, Dewan Hakim/Juri, peserta dan tamu yang diundang.

Dimana tes kesehatan dilakukan dengan metode rapid test dan PCR. Pengambilan swab hanya dilakukan kepada mereka yang berasal dari daerah zona merah.

“Sehingga berdasarkan tindakan yang telah dilakukan, maka berhasil mendeteksi satu orang anggota Dewan Hakim yang terkonfirmasi Covid 19, berikut dua orang pendampingnya. Sehingga tiga orang terkonfirmasi itu telah diambil tindakan medis di RSUP Kepri,” ucap Arif Fadillah, Minggu (20/9).

Dikatakan Arif, tenaga kesehatan melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang kontak erat dengan pasien tersebut.

“Untuk pelaksanaan MTQ Provinsi Kepri tetap berjalan. Setelah dilakukan koordinasi dengan dewan hakim, maka dilakukan pergantian terhadap anggota dewan hakim yang terkonfirmasi positif. Dalam hal ini kami memberikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, petugas gabungan dan wartawan yang sangat mendukung penyelenggaraan MTQ ini,” ungkap Arif.

Arif menghimbau kepada semua masyarakat untuk selalu menegakkan protokol kesehatan, di era adaptasi kebiasaan baru ini.(*)