8437_6905_Oke-RDR-SOLO-ISW_KAHIYANG-A

SOLO – Suasana gedung Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) II Solo, Kamis siang (23/10), berbeda dari biasanya. Gedung yang digunakan untuk tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) itu tak hanya dipenuhi peserta tes, namun juga ramai oleh wartawan dan fotografer.

Maklum saja, tes CPNS tersebut mencatat sejarah karena untuk kali pertama anak presiden yang sedang berkuasa ikut. Kahiyang Ayu, 23, anak kedua Presiden Joko Widodo alias Jokowi, mengikuti tes kemampuan dasar (TKD). Lulusan Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret (UNS),Solo, itu mendaftarkan diri untuk mengisi formasi pemeriksa pertama atau inspektorat di Pemerintah Kota (Pemkot) Solo. Kahiyang bersaing dengan 3.094 pelamar lainnya untuk memperebutkan 56 kursi CPNS yang tersedia.

Meskipun anak presiden dan harus menerima ketentuan dikawal Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Kahiyang sepertinya ingin diperlakukan seperti peserta tes lain. Karena itu, saat tiba di gedung bakorwil, gadis berambut panjang dan berkacamata tersebut memilih menghindari kejaran wartawan sehingga harus kucing-kucingan saat hendak masuk ruangan tes. Kahiyang berupaya mengelabui wartawan dengan berganti alat transportasi dari kendaraan pribadi ke taksi.

Putri presiden ketujuh RI itu semula datang dengan mobil pribadinya, yakni Nissan Juke berwarna putih. Mobil dengan nomor polisi AD 8512 LU itu memasuki kawasan gedung bakorwil sekitar pukul 11.05. Namun, Kahiyang tak langsung turun dan bergabung dengan ratusan peserta tes CPNS lainnya. Ramainya wartawan membuat Kahiyang tak berani turun dari mobil.

Akhirnya, mobil SUV itu menuju tempat parkir belakang gedung tersebut. Puluhan wartawan terus menguntit mobil Kahiyang dan menghadangnya. Tak dapat masuk melalui basement, mobil yang dinaiki putri Jokowi tersebut berupaya melalui pintu barat gedung. Lagi-lagi puluhan wartawan menghadang hingga akhirnya mobil Kahiyang berbalik arah dan keluar dari gedung bakorwil.

Sekitar pukul 11.15 datang taksi Mahkota Ratu yang menuju area parkir belakang. Wartawan yang curiga segera mengejar taksi tersebut. Namun, seperti sudah disiapkan, pintu garasi parkir belakang langsung ditutup setelah taksi itu masuk. Dari lubang kunci, tampak Kahiyang bersama pengawalnya turun dan menuju pintu depan gedung tempat daftar ulang peserta tes CPNS.

Beberapa saat kemudian Kahiyang keluar dengan dikelilingi pengawal. Penampilannya sama dengan peserta lain, mengenakan kemeja putih dan bawahan berwarna gelap. Rambut panjangnya dibiarkan terurai. Dia tampak tegang saat berjalan menuju ruang tes. Dia menutupi wajahnya dengan menggunakan amplop cokelat undangan tes CPNS.

Dengan susah payah, akhirnya Kahiyang berhasil melalui pintu masuk. Sejumlah pengawal juga ikut masuk ke gedung. Setelah mendaftar ulang, sekitar pukul 11.40 dia mengikuti brifing bersama peserta lain.

Setelah ujian usai, Kahiyang –yang telah ditunggu puluhan wartawan– pun muncul. Dia yang masih bersama pengawalnya keluar dan menuju mobil pribadinya. Namun, gadis berparas manis itu tidak mengucapkan sepatah katapun. Bahkan, dia tak menunggu hasil tes CPNS yang baru diikutinya. Dia hanya tersenyum kepada para wartawan sambil berkata lirih,”Maaf, maaf,maaf.”

Meskipun kehadiran Kahiyang sempat membuat kehebohan di tempat tes, sebagian besar peserta tes CPNS tidak mengenalinya. Mereka tidak menyadari bahwa saat tes sesi ketiga itu ada putri presiden yang baru beberapa hari lalu dilantik. Misalnya yang disampaikan Maya Ana,peserta tes dari Wonogiri. Dia mengaku tidak mengetahuibahwa Kahiyang menjadi peserta tes CPNS di ruangannya. ”Ternyata bareng dengan anaknya Pak Jokowi, ya? Saya tidak tahu. Tapi kalau soal persaingan, saya tidak khawatir.Kan kemampuan orang juga beda-beda,” ucap dia. Demikian juga yang disampaikan Lilis Janatun Rohmah, peserta lain. Dia tidak tahu bahwa dirinya baru saja mengikuti tes bersama Kahiyang. ”Saya masuk duluan, nggak nyangka aja bareng anaknya Pak Jokowi,” tuturnya.

Berdasar nilai yang diumumkan setelah tes berlangsung, Kahiyang mendapat 300 poin. Nilai itu terdiri atas 50 poin untuk tes wawasan kebangsaan (TWK), 95 poin untuk tes inteligensi umum (TIU), dan 155 poin untuk tes karakteristik pribadi (TKP). Di antara tiga nilai tersebut, nilai TWK Kahiyang yang paling jeblok. Kahiyang berada di urutan ke-105 di antara 196 peserta.

Menurut Kepala Badan Kepegawaian Daerah Hari Prihatno, nilai minimal (passing grade) yang ditetapkan panitia seleksi nasional (panselnas) adalah 70 poin untuk TWK, 75 poin untuk TIU, dan 126 poin untuk TKP.

Karena ada nilai yang kurang dari batas minimal, hampir bisa dipastikan Kahiyang gagal pada tes CPNS kali ini.”Semua peserta kami perlakukan sama. Soal ujian yang dikerjakan juga sama. Tidak ada kursi yang lebih empuk, sedangkan nilai menjadi urusan dari BKN,” tegasnya.

Hari mengakui, saat Kahiyang mengikuti tes CPNS, pengawalnyaikut masuk gedung, namuntidak berada di dalam ruangan tes. Karena pertimbangan keamanan, Kahiyang ditempatkan di kursi yang bisa dipantau oleh pengawalnya secara langsung dari jarak yang cukup jauh.(din/JPNN/c11/kim)