Aktivitas bongkar muat kontainer program Program Tol Laut oleh PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) di pelabuhan. Program ini bertujuan menekan biaya distribusi barang ke daerah kepulauan seperti Natuna agar harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat lebih terjangkau. Foto : Istimewa

NATUNA, Kundurnews.co.id – Program Program Tol Laut yang bertujuan menekan disparitas harga di wilayah kepulauan kembali menjadi sorotan masyarakat Kabupaten Natuna. Meski barang yang diangkut melalui program tersebut mendapat subsidi hingga sampai ke gudang toko, harga kebutuhan pokok di pasaran dinilai masih relatif tinggi.

Sejumlah warga mempertanyakan efektivitas program yang telah berjalan selama beberapa tahun terakhir itu. Pasalnya, tujuan utama tol laut adalah menekan biaya distribusi barang dari daerah produksi ke wilayah terpencil agar masyarakat bisa menikmati harga yang lebih terjangkau.

Perwakilan PT Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) Natuna, Firman, sebelumnya menjelaskan bahwa barang yang diangkut melalui jalur tol laut mendapatkan subsidi ongkos angkut dari pemerintah hingga proses distribusi ke gudang toko.

Dengan skema tersebut, secara teori harga barang di tingkat pedagang seharusnya bisa lebih rendah dibanding barang yang masuk melalui jalur komersial biasa. Namun kondisi di lapangan menunjukkan harga sejumlah kebutuhan pokok di pasar Natuna masih berada pada kisaran harga normal bahkan cenderung tinggi.

Situasi ini memunculkan pertanyaan dari masyarakat mengenai siapa sebenarnya yang menikmati manfaat subsidi tersebut. Warga berharap pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat melakukan pengawasan terhadap distribusi dan harga barang yang masuk melalui program tol laut.

Masyarakat menilai, jika subsidi telah diberikan hingga tahap distribusi ke gudang toko, maka sudah seharusnya dampaknya bisa langsung dirasakan oleh konsumen di pasar.

Hingga kini, publik masih menunggu penjelasan dari dinas terkait mengenai mekanisme pengawasan harga serta langkah yang akan diambil agar tujuan program tol laut benar-benar dirasakan masyarakat Natuna. (Mon).

Previous articleSubsidi Tol Laut Berjalan, Warga Natuna Pertanyakan Harga Barang yang Masih Tinggi